BANTENRAYA.COM – Sebanyak 1.500 umat Kristiani dan 17 denominasi Kristen di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak melaksanakan ibadah perdana di Gereja Bersama kawasan Citra Maja City pada Sabtu, 10 Januari 2026 malam.
Ibadah itu sendiri masih dalam rangkaian perayaan Natal Bersama 2025 dan Tahun Baru 2026.
Bagi umat Kristiani di wilayah itu, pelaksanaan itu merupakan momen bersejarah.
BACA JUGA: Baros Banjir Lagi, Akses Jalan Nasional Terhambat dan Puluhan Rumah Terdampak
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, mereka dapat khusyuk menjalankan kepercayaannya di lokasi yang semestinya secara bersama setelah sebelumnya pelaksanaan ibadah dilakukan terpisah di ruko-ruko.
Salah seorang jemaah sekaligus panitia perayaan Nataru Gereja Bersama Citra Maja, Heyneken Purba mengatakan bahwa ini juga merupakan yang pertama sejak Gereja Bersama tersebut berdiri dan diresmikan di wilayah Maja tahun lalu.
“Sebelumnya memang sudah ada ibadah Natal bersama, tapi masih di internal lokal gereja-gereja yang tersebar di ruko perumahan,” kata Heyneken. Heyneken berharap momen ini bisa menjadi simbol toleransi dan kebebasan beragama di Kabupaten Lebak.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Gereja Bersama Citra Maja City ini, Hal tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat dalam menjaga toleransi, kerukunan, serta kebebasan beribadah di Kabupaten Lebak.
Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menegaskan bahwa Provinsi Banten merupakan daerah yang aman dan menjaga nilai toleransi.
Dirinya memastikan tidak ada hambatan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadah, termasuk perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Tidak ada yang kesulitan untuk ibadah Natal dan Tahun Baru, karena Banten adalah daerah yang aman, damai, dan toleransi kami sangat menjaga itu. Jadi jangan takut, baik kaum minoritas maupun kaum yang lemah. Termasuk orang yang mau berinvestasi di Banten juga aman. Banten adalah daerah yang rukun,” kata Dimyati.
Di sisi lain, Manajer Perumahan Citra Maja City, Petrus, mengakui bahwa pada awal pembangunan Gereja Bersama sempat muncul kesulitan. Hal itu terjadi disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar warga.
“Sebenarnya bukan penolakan, tapi komunikasi saja yang belum nyambung dan belum saling mengenal. Setelah saling mengenal, tidak ada persoalan terkait ibadah di Gereja Bersama ini,” ungkapnya.
Petrus bilang, jumlah warga Nasrani di kawasan Citra Maja City mencapai sekitar 1.500 orang, dari total sekitar 5 ribu unit rumah yang telah dihuni. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah Natal perdana ini berjalan aman dan kondusif karena hubungan antarwarga sudah terjalin dengan baik.
“Awalnya pembangunan Gereja Bersama memang pelan-pelan, tapi akhirnya mendapat persetujuan dari warga sekitar, tokoh masyarakat, dan Pemda Lebak. Alhamdulillah pembangunan berjalan lancar hingga akhirnya gereja ini terbangun dan bisa digunakan,” tandasnya. (aldi)***















