BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang bersama Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Dayang Sumbi berhasil panen puluhan ton jagung hibrida atau jagung pipilan kering setelah tiga bulan melalui prosesnya penanaman hingga perawatan.
Sayangnya, sekitar setengah hektare lahan jagung pipilan kering yang sempat terendam banjir dan hasil panen tidak maksimal.
Kepala Desa Kubang Baros Aang Fathoni mengatakan, program ketahanan pangan yang dilakukan oleh BUMDes Sayang Sumbi itu berhasil dilakukan dengan metode pemberdayaan masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita panen jagung hibrida dari program ketahanan pangan. Alhamdulillah usaha ini bisa melakukan pemberdayaan kepada masyarakat juga,” ujarnya di lokasi, Kamis, 8 Januari 2025.
Ia menjelaskan, program penanaman jagung itu juga mampu menciptakan tambahan penghasilan masyarakat khususnya para ibu-ibu yang tidak bekerja.
BACA JUGA: 7 Resep Bumbu Oles Jagung Bakar Dijamin Maknyus, Rayakan Tahun Baru 2026 Bersama Keluarga di Rumah
“Biasanya tidak bekerja, alhamdulillah dengan adanya panen raya ini bisa mendapatkan penghasilan di lahan yang kurang lebih ada tiga hektare ini,” katanya.
Aang menuturkan, belum diketahui pasti berapa hasil panen jagung pipilan kering tersebut karena terdapat sebagian jagung yang tidak bisa di panen karena ada setengah hektare yang sempat terendam banjir.
“Yang ditanami jagung itu keseluruhan tiga hektare 3 hektar. Kita belum bisa hitung produksinya karena ada yang tidak bisa dipanen. Kalau normal biasanya per hektare bisa sampai 10 tinggal jagung,” jelasnya.
Untuk meningkatkan produktivitas jagung, BUMDes Dayang Sumbi membutuhkan mesin untuk mempipil jagung yang sudah dipanen.
“Kami tidak punya mesin pipil untuk mempipil jagung-jagung yang sudah dipanen. Mohon ke dinas lainnya untuk bisa membantu kebutuhan mesin yang dibutuhkan sama kelompok petani jagung,” paparnya.
BACA JUGA: Dapat Arahan dari Bupati Serang, DPUPR Serahkan Sertifikat GBH RS Adhyaksa ke Kejagung
Ketua BUMDES Dayang Sumbi Hufaesi mengatakan, terdapat setengah hektare tanaman jagung terendam banjir sehingga mengakibatkan gagal dipanen.
“Kedepan insya Allah ada perluasan, warga juga banyak yang berminat menanam jagung pipilan kering. Untuk benih dan pupuk sebagainya dibantu oleh BUMDes,” ujarnya.***















