BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang berencana melakukan perpanjangan status tanggap darurat sampai tanggal 14 Januari 2026.
Perpanjangan status tanggap darurat di Kabupaten Serang tersebut dilakukan setelah beberapa kecamatan diterjang bencana alam seperti banjir, longsor dan angin kencang.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengakui untuk melakukan penanganan bencana di wilayah Kabupaten Serang masih terkendala dengan jumlah fasilitas yang terbatas.
“Untuk penanganan bencana, dari kemarin kami sudah menurunkan personel kemudian juga. Karena personil kita terbatas dan alat-alat yang kita miliki juga terbatas maka kami mohon bantuan ke BPBD Provinsi Banten,” ujarnya, Senin 5 Januari 2025.
Ia menjelaskan, pemerintah melakukan penanganan dengan menormalisasi sungai dan mendatangkan pompa air untuk penyedotan di tempat yang masih digenangi air.
BACA JUGA : 762 Hektare Lahan Padi di Kabupaten Serang Terendam Banjir, 99 Hektare Puso
“Kami sudah melakukan normalisasi sungai. Kemudian di beberapa tempat yang lain juga kami sudah melakukan mendatangkan pompa air untuk penyedotan air yang masih banjir,” katanya.
Zakiyah mengimbau kepada masyarakat terutama untuk meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Serang.
“Jangan menunggu banjir tinggi kemudian mau dievakuasi, jadi untuk keselamatan bersama maka tolong jika sudah mulai banjir tolong segera ikuti aturan yang sudah ada,” jelasnya.
Sementara untuk bantuan logistik juga tetap disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Serang khususnya terhadap warga-warga yang terdampak bencana hidrometerologi tersebut.
“Stok logistik sampai saat ini insyaallah masih ada. Kita berikan ke teman-teman terutama ke warga yang terdampak banjir dari Dinas Sosial,” paparnya.
Ia mengungkapkan status tanggal darurat juga direncanakan akan diperpanjang karena mengingat potensi curah hujan masih terjadi dalam beberapa pekan kedepan.
“Kita akan lihat lagi kemungkinan akan diperpanjang, karena menurut BMKG sampai tanggal 14 Januari. Status tanggap darurat akan dievaluasi,” tuturnya. (***)
















