BANTENRAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang merilis data banjir yang terjadi dari 2 sampai 3 Januari 2025.
Adapun penyebab banjir lantaran hujan sedang hingga lebat dengan intensitas tinggi dan angin kencang yang mengakibatkan sejumlah bencana hingga pergerakan tanah di beberapa wilayah di Kabupaten Serang.
Bencana hidrometerologi itu tersebar di 17 desa dan 11 kecamatan sehingga berdampak terhadap ribuan rumah yang terendam banjir, tanah longsor hingga tertimpa pohon tumbang.
BACA JUGA: Ingin Kuliah Gratis di Australia? Australia Awards Tawarkan Beasiswa Penuh S2 dan S3
Bencana banjir terjadi Kecamatan Kibin meliputi dia desa yakni Desa Ketos dan Desa Nagara. Sementara di Kecamatan Kramatwatu meliputi dua Desa yakni Desa Pamengkang dan Desa Tonjong.
Banjir juga terjadi di Desa Barugbug Kecamatan Padarincang dan Desa Bolang Kecamatan Lebakwangi. Sementara di Kecamatan Ciruas meliputi dia desa yakni Desa Cigelam dan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) di Desa Ranjeng.
Di Serang Utara banjir melanda Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa dan Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang. Selain itu banjir juga terjadi di beberapa Desa di Kecamatan Anyar.
BACA JUGA: Ramadhan 2026 Mulai Tanggal Berapa? Cek Kalender Muhammadiyah dan SKB 3 Menteri
Dampak dari bencana banjir tersebut sebanyak 1.698 rumah terendam banjir. Bukan hanya rumah, fasilitas umum seperti dua masjid, dua mushola dan dua sekolah hingga akses jalan juga terendam.
Sementara untuk kejadian pohon tumbang terjadi di Desa Mancak dan Desa Winong Kecamatan Mancak. Selain itu kejadian serupa terjadi di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka dan Desa Sindang Mandi Kecamatan Baros.
Terdapat satu pohon tumbang yang belum ditangani oleh petugas yakni di Desa Mekar Baru, Kecamatan Petir lantaran terkendala peralatan.
Akibat bencana pohon tumbang, 4 rumah mengalami rusak sedang hingga berat dan akses jalan yang sempat terputus.
Sementara, untuk kejadian pergerakan tanah terjadi di Desa Labuan, Desa Mancak dan Desa Batukuda, Kecamatan Mancak.
Kemudian Desa Cikolelet Kecamatan Cinangka dan Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung. Akibatnya ada 5 rumah warga yang terdampak tanah longsor tersebut.
















