Dari seluruh bencana hidrometerologi tersebut setidaknya berdampak terhadap 1.707 rumah, 2.051 kepala keluarga dari 5.849 jiwa. 175 lanjut usia (lansia) dan 191 bayi di bawah lima tahun (balita).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, petugas masih berupaya melakukan pemantauan di lokasi kejadian.
“Kita berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk perbantuan penanganan. Dinas Sosial juga melakukan pendistribusian logistik di Kecamatan Anyar dan Kecamatan Keramatwatu,” ujarnya.
Untuk penanganan banjir di perumahan BCP petugas menyiapkan alat penyedot air (Alkon).
Ia menjelaskan, sebagian warga yang terdampak evakuasi mandiri ke rumah saudara dan ke tempat yang aman lainnya dan tim masih melakukan olah data mutakhir.
Sementara, tinggi meter air (TMA) di Desa Tengkurak Kecamatan Tirtayasa di dalam rumah kurang lebih 30 sentimeter dan di Luar rumah kurang lebih 30 sampai 40 sentimeter.
“TMA di Desa Sukajaya Kecamatan Pontang di dalam rumah kurang lebih 30 sentimeter dan di luar rumah kurang lebih 30 sampai 70 centimeter,” katanya.
Ajat menuturkan, kendala yang terjadi dilapangan seperti kendaraan operasional, arana prasarana yang minim, lokasi kejadian tersebar di beberapa kecamatan dan nomor utama operator pusdalops sedang rusak.
“Kita merekomendasikan, penerbitan status siaga darurat, pemenuhan kebutuhan sarana prasarana lapangan, penyiagaan personil. Kemudian rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi,” tuturnya.
Pihaknya juga merekomendasikan dilakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan normalisai perbaikan irigasi.
Kebutuhan mendesak di lapangan adalah makanan siap saji, family kids, pakaian, obat obatan, terpal, matrial
Untuk dumber saya di lokasi ada BPBD, Basarnas, TNI-POLRI, kecamatan, desa, PMI, Tagana, PLN, relawan dan unsur masyarakat. ***
















