BANTENRAYA.COM – Karyawan Rumah Sakit atau RS MISI Rangkasbitung didemo karyawan. Masa meminta beberapa tuntutan dipenuhi manajemen.
Adapun beberapa tuntutan yang dibawa karyawan RS MISI Rangkasbitung diantaranya terkait pembayaran jasa pelayanan yang mandek sejak Juni 2025.
Para karyawan RS MISI Rangkasbitung juga menyoroti soal gaji yang tak naik sejak 2024, hingga menuntut agar komunikasi dari manajemen ke karyawan diperbaiki.
BACA JUGA: Harta Kekayaan Agus Suparmanto, Calon Ketua Umum PPP Penantang Mardiono, Punya Uang Rp1,6 Triliun
Direktur RS MISI, Toto Moenardi saat dikonfirmasi memastikan jasa pelayanan tetap ada. Namun, kondisi keuangan RS MISI saat ini dalam kondisi tidak baik sehingga pembayarannya ditunda
“Bukan pihak manajemen tidak mengeluarkan Jaspel, tapi memang saat ini pihak rumah sakit sedang mengalami kerugian,” ungkap Totot, Rabu, 24 September 2025.
Ia juga menjelaskan, pihaknya harus mengatur dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan.
BACA JUGA: Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 Diisi Sarasehan Pengetahuan dan Teknologi
Teknis Pembayaran Jaspel Nakes RS MISI Rangkasbitung Sesuai Perjanjian Kerja
Terkait pembayaran jasa pelayanan, Totot menyebut manajemen mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama antara karyawan dengan manajemen.
“Pasa pasal 12 ayat 6 berbunyi, selain upah rumah sakit dapat memberikan intensif dengan sistem perhitungan yang ditetapkan oleh manajemen dan disesuaikan dengan kemampuan pada saat ini,” tandasnya. ***
















