BANTENRAYA.COM – Anggaran untuk program Kesehatan melalui BPJS Kesehatan untuk di Provinsi Banten pada tahun 2025 dipangkas Rp19 miliar.
Padahal, anggaran tersebut sangat berguna bagi masyarakat miskin yang sedang sakit dan memerlukan penanganan medis.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Golkar, Muhsinin, mengaku geram dengan adanya pemangkasan tersebut.
“Seharusnya yang untuk masyarakat itu jangan dikurangi. Kan BPJS Kesehatan ini untuk masyarakat miskin bukan untuk kita,” ujarnya saat diskusi di Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten di KP3B, Kota Serang, Selasa, 16 September 2025.
Muhsinin mengatakan, seharusnya untuk anggaran-anggaran yang menyangkut masyarakat kecil tidak perlu dipangkas.
BACA JUGA: Wacana Potong Tukin PNS, Sekda Banten Sebut Bukan Soal Uang Tapi
Sebab keberpihakan harus diperlihatkan pemerintah daerah terhadap masyakat miskin.
“Ini anggaran untuk kesehatan malah dipangkas Rp19 miliar,” ujar Muhsinin.
Muhsinin mengatakan, saat di badan anggaran sudah berupaya memperjuangkan agar anggaran tersebut tidak dihapuskan.
Sebab dia akan selalu terdepan saat membela kepentingan masyarakat.
Yang membuat miris, Muhsinin mengaku mendapatkan informasi pemotongan anggaran BPJS Kesehatan ini bukan dari eksekutif, melainkan dari orang BPJS Kesehatan sendiri.
BACA JUGA: Mau Jadi ASN? Ini Perbedaan PNS dan PPPK dari Status hingga Hak Pensiun yang Wajib Diketahui
“Alasan pemangkasannya efisiensi. Padahal seharusnya yang untuk masyarakat jangan diefisiensi,” ujarnya. ***
















