BANTENRAYA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis jika tren pernikahan di Banten saat ini terus mengalami penurunan.
Tren penurunan tersebut dalam terlihat dari jumlah atau angka pernikahan yang terjadi selama 3 tahun belakangan ini yan terus mengalami penyusutan.
Hal tersebut dalam terlihat dari hasil survei BPS Provinsi Banten yang tertuang dalam dokumen buku Provinsi Banten dalam Angka 2025.
BACA JUGA: Kabar Duka! Prof Tihami, Guru Besar UIN SMH Banten Tutup Usia di Usia 74
Diketahui, BPS di setiap daerah secara berkala merilis profil provinsi, kabupaten atau kota yang biasanya dipublikasikan pada Februari tahun berjalan.
Buku ini menyajikan data yang menggambarkan situasi suatu daerah yang sebagian besar datanya dipaparkan dalam bentuk angka alias statistik.
Tak hanya soal luas wilatah, indeks pembangunan manusia (IPM) atau pendapatan domestik regional bruto (PDRB), berbagai isu lainnya juga ikut dipotret.
BACA JUGA: Klarifikasi SPPG Serdang Soal Dugaan Siswa SMPN 1 Kramatwatu yang Keracunan Menu MBG
Seperti misalnya angka pengangguran, jumlah dokter, puskesmas, jumlah narapidana, jumlah perceraian termasuk tren pernikahan.
Dikutip Bantenraya.com dari buku Provinsi Banten dalam Angka 2025, berikut adalah rincian tren ikatan suci 2 insan manusia di Banten untuk periode 2022-2024.
Rincian 2022 (74.616)
Terdiri atas Kabupaten pandeglang 8.783, Kabupaten Lebak 8.989, Kabupaten Tangerang 19.583, Kabupaten Serang 13.685.
Lalu Kota Tangerang 9.233, Kota Cilegon 2.877, Kota Serang 4.621 dan Kota Tangerang Selatan 6.845.
Rincian 2023 (68.185)
Terdiri atas Kabupaten pandeglang 8.254, Kabupaten Lebak 8.778, Kabupaten Tangerang 18.761, Kabupaten Serang 10.742.
Lalu Kota Tangerang 8.371, Kota Cilegon 2.576, Kota Serang 4.105 dan Kota Tangerang Selatan 6.598.
Rincian 2023 (63.441)
Terdiri atas Kabupaten pandeglang 7.672, Kabupaten Lebak 8.096, Kabupaten Tangerang 16.962, Kabupaten Serang 10.101.
Lalu Kota Tangerang 7.818, Kota Cilegon 2.524, Kota Serang 4.064 dan Kota Tangerang Selatan 6.204.
Tren Pernikahan Turun, Angka Perceraian juga Turun
Di sisin lain, BPS juga mencatat telah terjadi 13.456 perceraian sepanjang 2024 dengan berbagai penyebab yang menjadi alasan perpisahan terjadi.
Jumlah tersebut turun jika dibandingkan 2 tahun sebelumnya yakni 18.701 pada 2022 dan 16.158 kasus perceraian di 2023.
Alasan-alasan itu terdiri atas zina, mabuk, jud!, meninggalkan salah satu pihak, dihukum penjara, poligami, KDRT, cacat badan, pertengkaran terus menerus, kawin paksa, murtad hingga masalah ekonomi. ***

















