BANTENRAYA.COM – Kejaksaan Negeri atau Kejari Cilegon telah menyiapkan 17 jaksa menjadi Satuan Tugas atau Satgas Pilkada untuk memantau kerawanan terjadi di Pilkada Kota Cilegon 2024.
Kepala Kejari Cilegon Diana Wahyu Widiyanti yang mengatakan, pihaknya telah melakukan pembentukan tim satgas dari 17 jaksa untuk Pilkada.
“Kita dari Kejari Cilegon sudah melakukan mitigasi kerawanan dari jauh-jauh hari, ada 17 jaksa yang masuk menjadi satgas pemilu. Jadi nanti tugasnya akan turun ke lapangan untuk memitigasi resiko kerawanan,” kata Diana kepada Banten Raya, Minggu, 20 Oktober 2024.
Diana menyampaikan, 17 Jaksa tersebut, telah disiapkan sebagai jaksa penuntut umum atau JPU untuk tim satgas Pilkada.
“Kita telah melakukan mitigasi kerawanan Pilkada di Kota Cilegon, dan 17 jalda ini untuk jaksa penuntut umum menjadi satgas,” sambungnya.
Baca Juga: Lembaga Penyiaran Terancam Dibekukan Apabila Tak Netral Pada Pilkada 2024
Ia menyebutkan, dirinya sangat totalitas dalam berkontribusi untuk pengamanan Pilkada Kota Cilegon dengan melakukan berbagai hal.
“Saya sangat totalitas untuk Pilkada 2024 ini, maka dari itu, kita dari Kejari Cilegon sudah membuat buku pemilu sebagai pedoman dalam penanganan pelanggaran Pilkada, pembekalan penyelenggara pemilu tentang pemahaman pemilu, dan posko pemilu ,” sambungnya.
Mengenai Posko Pemilu, Ia menjelaskan, posko tersebut tidak hanya melayani secara offline, namun juga ada Posko Pemilu yang dilakukan secara virtual.
“Posko pemilu itu nanti ada yang virtual juga yang dapat diakses oleh masyarakat, jadi tidak hanya posko pemilu offline saja. Nanti dari teman-teman media juga bisa mengaksesnya,” jelasnya.
Baca Juga: Sharp Hadirkan Udara Sehat Untuk 279.327 Dokter di Seluruh Indonesia
Diana mengungkapkan, adapun setelah pembentukan Sentra Penegakan Hukum Terpadu atau Gakkumdu untuk mengawal tahapan Pilkada 2024 di Kota Cilegon telah melakukan tugasnya.
“Pengawalan tahapan Pilkada sentra gakkumdu itu sudah berjalan. Apapun itu prosesnya antara tiga yaitu Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan tetap berjalan, tapi di samping itu kita juga tetap melakukan pencegahan dengan sosialisasi ke setiap kecamatan,” ungkapnya.
Selain itu, Kejari Cilegon sedang melakukan sosialisasi ke delapan kecamatan yang ada di Kota Cilegon untuk peringatan netralitas ASN.
“Kita juga keliling delapan kecamatan untuk mengingatkan adanya menghindari ketidak netralan ASN. Sampai jumat kemarin 18 Oktober kita sudah keliling ke 4 kecamatan, nanti 4 kecamatan lagi akan kita selesaikan,” ucapnya.
Ia meminta kepada awak media untuk membantu mengawal jalannya Pilkada Kota Cilegon 2024 ini.
Baca Juga: Peraturan Komisi Informasi Direvisi, Pendaftaran Sengketa Informasi akan Bisa Dilakukan Online
“Kita juga butuh teman-teman media untuk membantu mengawal jalannya PIlkada di Kota Cilegon supaya damai,” pintanya.***















