BANTENRAYA.COM – Sebanyak 10 orang panelis terdiri akademisi dan pakar merumuskan pertanyaan dalam debat Pilkada Kota Cilegon nanti.
Di mana, pertanyaan tersebut juga dijamin kerahasiaannya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kota Cilegon Patchurrohman menyatakan, dalam menjaga kerahasiaan berbagai pertanyaan yang dirumuskan, maka KPU Kota Cilegon juga melakukan penandatanganan pakta integritas.
“Panelis sudah merumuskan pada Jumat dan Sabtu. Kami pastikan jika berbagai rumusan tersebut bersifat sangat rahasia,” katanya, Minggu, 20 Oktober 2024.
Baca Juga: UMKM Asal Kota Cilegon Raih Penghargaan Nasional
Fatur panggilan akrab Patchurrohman menjelaskan, ada 6 materi pembahasan sesuai dengan PKPU Nomor 13 tahun 2024 tentang Kampanye.
6 tema tersebut yakni berdasarkan pasal 22 PKPU Nomor 13 tahun 2024 yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kabupaten atau kota dan provinsi dengan nasional dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dan kebangsaan.
“Ada 6 tema dan satu lagi adalah visi misi dari masing-masing calon yang sudah disampaikan ke KPU Kota Cilegon,” ujarnya.
Untuk Waktu debat, papar Fatur, akan digelar sebanyak 2 kali di stasiun televisi (TV) nasional. Debat Pilkada Kota Cilegon tersebut akan dilakukan pertama pada 31 Oktober 2024 sekitar pukul 18.00 WIB di Kompas TV, Selanjutnya untuk debat Pilkada Kota Cilegon kedua akan digelar pada 10 November 2024 di Metro TV sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca Juga: 17 Jaksa Disiapkan Kejari Cilegon untuk Mitigasi Kerawanan Pilkada 2024
“Rencananya pada tanggal 31 (Oktober) nanti itu pukul 18.00 WIB dan pada 10 November pukul 14.00 WIB untuk debat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Teknis dan Pencalonan Urip Haryantoni mengungkapkan, berharap semua persiapan yang dilakukan bisa berjalan sesuai dengan tahapan, sehingga untuk debat diharapkan bisa juga dilakukan untuk memfasilitasi para calon menyampaikan gagasannya secara luas kepada masyarakat.
“Ini diharapkan mampu menyampaikan gagasan secara luas kepada masyarakat. Debat akan dilakukan 2 kali dan diharapkan bisa menjadi ruang untuk masyarakat melihat gagasan visi dan misi para calon,” pungkasnya.***
















