BANTENRAYA.COM – Hunian tetap atau huntap untuk 313 kepala keluarga korban banjir bandang 2020 di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak bakal segera dibangun.
Adapun masing-masing jumlah kepala keluarga atua KK yang menjadi korban di dua kecamatan tersebut yakni 94 KK di Kecamatan Cipanas dan 219 sisanya merupakan warga Kecamatan Lebak Gedong.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan, untuk luas lahan yang disiapkan sebagai tempat relokasi di Kecamatan Cipanas seluas 2,2 hektar, sementara untuk Kecamatan Lebak Gedong ialah 5 hektar.
Lahan tersebut merupakan tanah milik warga yang kemudian dibeli oleh Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lebak sejak tahun 2021.
Baca Juga: JPU Kejari Serang Tuntut Hukuman Mati Dua Terdakwa Penyelundup Sabu-sabu dan Pil Ekstasi
“Untuk relokasi korban bencana di Kecamatan Cipanas itu akan ditangani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dipastikan tahun ini direalisasi. Namun yang di Lebak Gedong itu oleh Kementrian PUPR dan direalisasi tahun 2025 mendatang,” kata Febby kepada Bantenraya.com, Senin, 5 Agustus 2024.
Ia memaparkan bahwa secara keseluruhan, peristiwa banjir bandang yang terjadi di tahun 2020 silam sendiri setidaknya memberikan dampak terhadap lima kecamatan di Kabupaten Lebak, yakni Kecamatan Majasari, Curug Bitung, dan Sajra.
Kemudian dalam melakukan penanganan, pihaknya menggunakan dua metode, yakni penanganan insitu dan eksitu, untuk penanganan insitu yaitu pemerintah melakukan perbaikan rumah di lokasi awal, sementara untuk eksitu merelokasi bangunan ke tempat lain.
“Dari tahun 2020 sampai tahun 2024 kita sudah merelokasi tiga kecamatan yaitu Kecamatan Maja, Curug Bitung dan Sajra,” paparnya lagi.
Baca Juga: Dua Anak Kades di Kabupaten Tangerang Jadi DPO Polda Banten
Febby melanjutkan, sejak tahun 2022 ada sekitar 614 rumah yang selesai diperbaiki menggunakan penanganan insitu.
Sementara untuk eksitu atau relokasi, ada sekitar 278 rumah termasuk yang tersisa untuk keluarga yang berada di Kecamatan Cipanas dan Lebak Gedong.
“Untuk saat ini, para korban yang belum memiliki huntap itu rata-rata tinggal di rumah saudaranya. Kemudian ada juga yang tinggal di rumah anaknya, bahkan ada yang bikin baru buat yang mampu. Tapi tidak ada yang tinggal di hunian sementara,” tandasnya.***















