BANTENRAYA.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang menyebutkan bahwa 13,65 persen pengeluaran warga Kota Serang untuk membeli rokok. Pengeluaran warga Kota Serang untuk membeli rokok ini mengalami peningkatan.
BPS Kota Serang mencatat, pada tahun 2019 pengeluaran warga Kota Serang untuk membeli rokok per bulan mencapai Rp92.496. Seadngkan pada tahun 2020 konsumsi rokok meningkat menjadi Rp115.384.
Soal pengeluaran anggaran pembelian rokok ini tercantum dalam salah satu bab di buku “Kota Serang dalam Angka Tahun 2021” yang dipublikasikan BPS Kota Serang.
Baca Juga: Warga Baduy yang Selesai Lakukan Perekaman Sebagian Sudah Terima e-KTP
Kepala BPS Kota Serang Dadang Ahdiat menyebutkan, pengeluaran penduduk per kapita sebulan di Kota Serang pada tahun 2020 rata-rata mencapai Rp1.629.900. Dari jumlah itu sebanyak 52 persen diperuntukkan untuk mengkonsumsi makanan dan sebanyak 48 persen diperuntukkan untuk bukan makan.
“Pengeluaran untuk makanan dibagi ke dalam dua sub kelompok konsumsi tertinggi pada kelompok konsumsi makanan yaitu konsumsi makanan dan minuman jadi sebanyak 42,74 persen dan konsumsi rokok sebanyak 13,65 persen,” kata Dadang, Minggu 12 September 2021.
Untuk pengeluaran bukan makanan dibagi ke dalam dua sub kelompok konsumsi tertinggi. Kedua kelompok konsumsi tertinggi bukan makanan itu adalah untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga sebanyak 49,84 persen, dan aneka komoditas dan jasa sebanyak 25,18 persen.
Baca Juga: Persita Lupakan Kekalahan, Tatap Laga Melawan Persela
Rata-rata pengeluaran per kapita selama sebulan di Kota Serang tahun 2020 untuk kelompok makanan sebesar Rp845.044, dan untuk kelompok barang atau jasa bukan makan sebesar Rp784.856.
Pengeluaran untuk membeli rokok ini, kata Dadang, mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya. BPS Kota Serang mencatat pada tahun 2019 yang lalu pengeluaran warga Kota Serang untuk membeli rokok per bulan mencapai Rp92.496. Sementara pada tahun 2020 konsumsi rokok meningkat menjadi Rp115.384.
Konsumsi untuk makanan dan minuman jadi juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi mencapai Rp291.001 dan mengalami peningkatan menjadi Rp361.185 pada tahun 2020.
Baca Juga: Busyet, Harga Minyak Goreng Kemasan Melonjak Hingga Rp 16 Ribu Per Liter
Pengeluaran untuk non makanan yang paling tinggi terjadi pada pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga yang mencapai Rp334.694 pada tahun 2019 dan meningkat menjadi Rp391.190 pada tahun 2020. Sementara pengeluaran tertinggi kedua pada pengeluaran bukan makanan ada pada aneka komoditas jasa yang mencapai Rp161.699 pada tahun 2019 dan meningkat menjadi Rp197.648 pada tahun 2020.
Jika dilihat dari golongan pengeluaran per kapita sebulan sebagian besar penduduk Kota Serang atau tepatnya sebanyak 36,77 persen penduduk Kota Serang masuk ke dalam golongan pengeluaran per kapita di bawah Rp1 juta. ***

















