BANTENRAYA.COM – Penarikan retribusi sampah pasar yang dikelola PT Setia Panca Karya (SPK) diduga menunggak.
Pasalnya, penarikan retribusi sampah pasar yang dikelola PT SPK hingga kini belum di setorkan ke kas daerah sebesar Rp 350 juta.
“Harusnya pihak perusahaan sudah membayar hasil PAD (pendapatan asli daerah) retribusi pasar. Tapi sampai saat ini belum juga bayar ke kas daerah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang Ahmad Saepudin, Selasa 22 Maret 2022.
Saepudin mengatakan, pihaknya sudah mempertanyakan penarikan retribusi pasar tersebut kepada pihak perusahaan. Bahkan, sudah diberikan surat untuk segera melunasi PAD retribusi pasar tersebut.
“Kita sudah melayangkan surat teguran ke pihak pengusaha. Kita juga sudah 2 kali melaporkan ke pak Sekda (Taufik Hidayat) dan pak Asda II (Kurnia Satriawan) terkait hal itu. Dan kita sudah pernah mengundang pihak perusahaan, tapi tidak hadir,” terangnya.
Dia meminta, pihak swasta untuk segera membayar raetribusi pasar yang sudah menjadi kesepakatan. “Saya mengimbau PT Setia Panca Karya segera membayar retribusi pasar sesuai hasil kesepakatan. Jangan sampai uang hasil retrebusi yang ditarik dari pedagang tidak disetorkan ke kas daerah,” pesannya.
Dia menjelaskan, pemerintah Daerah mendapatkan bayaran retribusi pasar pada tahun 2022 Rp 350 juta per tahun oleh PT SPK.
Baca Juga: 20 Pilihan Link Twibbon Marhaban Ya Ramadhan 2022, Ada Kotak dan Bulat
Di mana pasar yang dikelola sebanyak 9 pasar, yakni Pasar Badak, Cipeucang, Jiput, Picung Bojong, Labuan, Sobang, Panimbang, dan Cibaliung. “PAD retribusi pasar itu sudah disepakati pada Oktober 2021. Retribusi itu diambil dari 9 pasar, dan sampah,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Direktur Operasional PT Setia Panca Karya Arif mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang mengenai retribusi pasar. Dia berjanji, dalam waktu dekat PAD retribusi pasar tersebut akan segera dibayar.
“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, mungkin bulan depan kita lunasi,” katanya.
Baca Juga: Mini Bus Rusak Dilempar Batu Saat Melintasi Jalan Tol Serang-Panimbang
Pihaknya menerangkan, saat ini masih terkendala soal penarikan sampah. “Kita masih banyak kendala di lapangan, terutama yang di tempat pembuangan sampah yang di Bojong Canar kemarin sempat ditutup. Jadi kita gak bisa buang sampah ke situ, akhirnya sampah yang di pasar di wilayah selatan gak bisa dibuang, akhirnya sampah menumpuk, pedagang pada komplain, dan kita gak bisa nyalar retribusi,” terangnya. *



















