BANTENRAYA.COM – Kental dengan adatnya, biasanya bulan suci Ramadhan di Indonesia memiliki beberapa tradisi berbeda di sjeumlah daerah.
Tak hanya Indonesia yang mempunyai tradisi di bulan suci Ramadhan, beberapa negara yang berpenduduk agama Islam juga memilikinya.
Bahkan, tak sedikit beberapa negara berpenduduk Muslim tersebut juga memiliki tradisi unik di bulan suci Ramadhan.
Baca Juga: Mahalnya Kedelai di Pasaran Membuat Produsen Ini Mencampur Tempenya dengan Kertas
Berikut tradisi unik beberapa negara di bulan suci Ramadhan seperti yang dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber.
1. Mesir
Ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan, biasanya umat Muslim di Kairo, Mesir akan memasang lampu tradisional di setiap rumah yang disebut dengan Fanus.
Baca Juga: Vokalis Band Sisitipsi Fauzan Lubis jadi Tersangka Kasus Narkoba, Usai Terbukti Konsumsi Ganja
Tradisi ini telah muncul sejak Khilafah Fatimiyah memerintah sebagian besar umat muslim di dunia melalui Mesir di abad ke-10.
Saat itu, pemasangan lampu Fanus untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung menjelang datangnya bulan Ramadhan.
2. Irak
Tradisi Ramadhan di Irak yang paling terkenal adalah Mheibes dimana permainan menebak keberadaan cincin yang dimainkannya setelah berbuka puasa saat matahari terbenam.
Permainan ini terbagi menjadi dua kelompok yang terdiri dari sekitar 40 hingga 250 pemain sekaligus dengan setiap tim bergantian menyembunyikan cincin.
Meskipun permainan ini terlihat sederhana namun menarik dan telah diturunkan dari generasi ke generasi di Irak.
3. Qatar
Setiap tanggal 13, 14 dan 15 pada bulan Ramadhan di Qatar biasanya berlangsung sebuah festival khusus anak yang bernama Garangaou.
Baca Juga: Minyak Goreng Mahal, Istri Pelawak Narji Cagur Goreng Pisang Pakai Minyak Telon
Di festival tersebut anak laki-laki akan tampil dengan baju arab hitam berompi merah dan bersulam emas.
Sementara itu, anak-anak perempuan akan berbalut pakaian tradisional disdaashas berwarna cerah lengkap dengan ikat kepala bukhnig atau hijab hitam transparan berhias benang emas.
Mereka kemudian akan berpawai dan bernyanyi di sepanjang jalan sekaligus berkunjung ke rumah-rumah penduduk untuk meminta permen dan kue.
Baca Juga: Rizky Billar dan Alffy Rev Diduga Terima Aliran Dana dari Doni Salmanan, Bakal Diperiksa Pekan Depan
4. Arab Saudi
Sejumlah negara di Arab ada seseorang yang disebut sebagai Mesaharaty atau ‘penyeru malam’.
Kemudian Mesaharaty ini akan berkeliling di jalan-jalan desa sambil memukul drum dan berseru untuk menandai waktu bangun sahur.
Bahkan beberapa negara seperti Arab Saudi, Yaman, dan Mesir khususnya di desa-desa kebiasaan ini masih menjadi hal yang sudah biasa dijalani. ***

















