BANTENRAYA.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atau Ditjen Hubdat memastikan kelancaran pelayanan di penyeberangan Merak-Bakauheni pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru.
Jaminan kelancara arus Nataru yang tinggal sebulan lagi disampaikan oleh Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan saat memimpin rapat koordinasi persiapan Nataru di Pelabuhan Merak pada Jumat, 21 November 2025.
“Saya optimistis kita bisa melaksanakan operasi Nataru kali ini dengan baik. Kami sudah menyiapkan beberapa strategi yang akan dilaksanakan saat operasi nanti, karena selama dua tahun terakhir Merak jadi salah satu titik krusial saat masa Nataru,” kata Aan.
Ditjen Perhubungan Darat akan menerapkan skema pembagian tiga pelabuhan penyeberangan di Pelabuhan Merak untuk mengurai kepadatan, dan juga disiapkan satu pelabuhan pendukung sebagai contingency plan atau rencana darurat yaitu Pelabuhan KBS yang baru diresmikan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Dari Merak ke Bakauheni, kita bagi di tiga pelabuhan, ada di BBJ (Bandar Bakau Jaya) Bojonegara, kemudian Pelabuhan Merak sendiri, dan Ciwandan. Satu dermaga untuk contingency plan apabila tiga pelabuhan tadi sudah tidak bisa menampung, kita siapkan Pelabuhan KBS (Krakatau Bandar Samudera),” terang Aan.
Sementara dari Bakauheni, volume kendaraan juga dibagi di tiga pelabuhan.
Di antaranya BBJ Muara Pilu untuk arus dari dan ke BBJ Bojonegara, lintasan utama Pelabuhan Bakauheni dengan Pelabuhan Merak, serta Pelabuhan PT Wijaya Karya Beton untuk arus dari dan ke Ciwandan.
Menurut Aan, strategi lainnya yang akan diterapkan yakni delaying system menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni.
BACA JUGA:Diresmikan AHY, Krakatau International Port Kini Layani Kapal Ro-Ro dari Cilegon ke Lampung
Sistem tersebut melalui penerapan buffer zone atau zona penyangga di rest area jalan tol serta jalan arteri.
“Delaying system ini berarti harus ada buffer zone untuk parkir kendaraan ketika terjadi situasi yang tidak bisa dilangsungkan penyeberangan. Ini semua sudah disiapkan baik di Merak maupun di Bakauheni,” paparnya.
Beberapa buffer zone di Merak, kata Aan, yakni rest area KM 13, KM 43, KM 68, jalan arteri Cikuasa Atas yang memiliki daya tampung total 1.050 kendaraan kecil dan 200 kendaraan roda dua.
Delaying system di Lampung, lanjut Aan, tersebar di delapan titik buffer zone dengan total kapasitas parkir 1.190 kendaraan kecil.
BACA JUGA:ASDP Siapkan Jalur Khusus di Dermaga Reguler Pelabuhan Merak, Roda 2 Tak Lagi Bercampur dengan Truk
Lebih lanjut, Aan juga meminta semua stakeholder untuk mewaspadai cuaca ekstrem di bulan Desember 2025.
Dikatakan Aan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, puncak musim hujan terjadi pada Desember hingga Januari.
“Dari BMKG memrediksi untuk cuaca di Desember jadi puncak musim hujan, disertai angin, ada juga potensi banjir rob. Kemudian ada beberapa prediksi terkait gelombang dan kecepatan angin yang perlu diwaspadai sehingga keselamatan penyeberangan bisa terjamin,” lanjutnya.
Dengan persiapan strategi yang matang dan koordinasi semua stakeholder, Aan optimis pelayanan Nataru kali ini berjalan lancar.***















