BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar memastikan masa kepemimpinan dirinya tidak ada lagi infrastruktur sekolah yang rusak.
Bahkan, Robinsar memastikan kan menggelontorkan Rp30 miliar khusus untuk infrastruktur pendidikan setiap tahunnya.
Robinsar menjelaskan, semua masalah infrastruktur akan selesai pada periode dirinya menjabat selama 5 tahun nanti.
BACA JUGA: Sungai Dijadikan Lahan Milik Swasta, Ombudsman Banten Temukan Sejumlah Kejanggalan
“Serius, masa jabatan saya, saya beresin. Sudah kita data semua, Insya Allah, di masa jabatan saya tidak ada lagi mebeler, meja kursi yang bolong-bolong. Kita sudah data, kita akan pastikan lima tahun selesai,” ucapnya, Rabu 24 September 2025.
Berikutnya, jelasnya, dibutuhkan juga ruang kelas baru bagi sekolah yang baru berdiri, sehingga tidak ada lagi siswa masuk pagi dan siang hari.
“Kedua juga gedung sekolahnya, yang sekolah baru ya. Ini gedung sekolah baru yang masih pagi siang dan sore gitu kan sekolahnya. Itu kita fasilitas juga kita beresin selama lima tahun ini,” ucapnya.
BACA JUGA: Walikota Cilegon Tepis Kekhawatiran Pimpinan DPRD Soal Pinjaman Rp300 Miliar
Atensi Robinsar Langsung Direspons Dindikbud
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menyampaikan, pihaknya sudah melakukan survei kerusakan bangunan sekolah.
Ada sebanyak 16 TK Negeri, 149 SD Negeri dan 16 SMP Negeri yang sudah dilakukan survei.
“Hasil survei kerusakan didapatkan bahwa terdapat 25 sekolah memiliki tingkat kerusakan berat, 3 sekolah rusak sedang dan 144 sekolah memiliki tingkat kerusakan ringan,” tuturnya.
Rinciannya, jenjang TK 1 rusak berat dan 15 rusak ringan, jenjang SD 21 rusak berat, 3 rusak sedang dan 125 rusak ringan dan untuk jenjang SMP 3 rusak berat dan 13 rusak ringan,” pungkasnya. ***

















