BANTENRAYA.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 88 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), melaksanakan kegiatan “Pelatihan Membaca Nyaring”, sebagai bagian dari persiapan program kerja utama yang akan diterapkan selama masa pengabdian di Desa Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk strategis dalam mengimplementasikan program “Kampus Berdampak”, yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiksaintek).
Dari kegiatan ini mahasiswa terjun langsung dan masyarakat merasakan pengaruh dari adanya kegiatan ini secara intensif. Menghadirkan kontribusi nyata Untirta dalam pembangunan sosial di masyarakat.
Baca Juga: Hasil CKG Kabupaten Serang Didominasi Kelebihan Gizi dan Hipertensi
Pelatihan ini diselenggarakan di Aula Kelurahan Cikerai dan merupakan bentuk kolaborasi antara Kelompok KKN Tematik Literasi 88, dengan Komunitas Cilegon Membacakan Nyaring (CMN).
Kegiatan ini juga bertujuan untuk membekali mahasiswa, dengan keterampilan dasar dalam membacakan buku secara nyaring sebagai metode untuk meningkatkan minat baca anak-anak.
Materi pelatihan mencakup pengenalan konsep membaca nyaring, tahapan pelaksanaan, serta teknik menyampaikan cerita secara menarik.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi praktik untuk meningkatkan kesiapan pelaksanaan program di lapangan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program membaca nyaring secara optimal sebagai bentuk kontribusi aktif dalam pengembangan budaya literasi, khususnya di lingkungan Desa Cikerai.
Ketua CMN Fika Teguh Hayati menyampaikan, dari kegiatan ini anak-anak terus didorong untuk membaca dan menulis, dan salah satu caranya adalah dengan metode membaca nyaring.
Baca Juga: Pengamat Pendidikan Nilai Opsi Pemecatan Guru SMA Negeri 4 Kota Serang Terduga Pelecehan Sudah Tepat
Cara dari membacakan nyaring yang dimaksudkan adalah, bukan anak yang diminta membaca, tetapi justru orang dewasa yang membacakan buku untuk anak-anak.
“Ini harus dipahami betul artinya dan pelakasanaannya, karena masih seringkali disalahpahami,” katanya kemarin.
Sementara itu, perwakilan anggota Kelompok KKN 88 Agin menyikapi pelatihan ini dengan positif.
Baca Juga: MRT Jakarta Siap Ekspansi ke Tangsel Mengandalkan Skema Pembiyayaan Non APBD
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pelatihan menganai membaca nyaring, tetapi juga diberikan fundamental mengenai pentingnya literasi itu sendiri bagi mahasiswa. ***















