BANTENRAYA.COM – Mendaki gunung menjadi aktivitas yang harus memiliki kelengkapan alat dan perbekalan.
Khusus untuk perbekalan, tidak sembarang menyiapkan. Namun, harus sesuai dengan kebutuhan pendakian.
Bahkan, pendaki harus menyiapkan perbekalan yang pas dengan kondisi pendakian.
Agam Rinjani dalam podcat Close The Door menyatakan, perbekalan jangan sampai seadanya. Namun, harus lengakap dan sesuai dengan berapa hari agenda pendakian.
“Banyak orang membawa tidak lengkap. Misalnya hanya makanan pokok saja tapi tidak membawa ikan karena bisa mancing di danau Rinjani. Iyah kalau sampaim tapi kalau tidak sampai itu bahaya,” ucapnya.
Baca Juga: Warga Cikerai akan Mendapatkan Bimbingan Literasi dari Kelompok 88 KKN Untirta
Agam menyatakan, jumlah perbekalan juga harus disiapkan sesuai dengan waktu pendakian.
“Jangan pendakian dua hari membawa bekal hanya untuk 1 hari. Itu tidak akan cukup. Hak itu malah membahayakan,” jelasnya.
Satu lagi, papar Agam, soal makanan yang dikonsumsi seharusnya yang paling banyak kalori dan karbo saat pendakian. Sebab, makanan dengan protein tinggi mudah membuat dehidrasi atau haus.
“Itu harus dihitung kaloringlya berapa banyak keluar saat mendaki. Jadi makan harus banyak yang kerbohidrat atau kalori dengan unsur gula tinggi. Bukan malah protein yang gampang membuat haus,” pungkasnya. (***)



















