BANTENRAYA.COM – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang emngungkapkan jika pagar laut di Perairan Desa Pedaleman sudah ada sejak 2023.
Meski belum diketahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab, namun BPD Tanara memastikan jika itu bukan dibangun oleh warga setempat atau nelayan.
Ditemani nelayan dan BPD Tanara Bantenraya.com pada Sabtu 25 Januari 2025 berkesempatan untuk meninjau langsung pagar laut di Perairan Desa Pedaleman.
Lokasi pagar laut yang berdasarkan informasi dari warga sepanjang 3 kilometer ini berada tepat di perbatas antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
Secara fisik, pagar laut ini mirip dengan yang ada di Kabupaten Tangerang di mana patok yang digunakan sebagian besar menggunakan bambu yang ditancapkan ke dasar perairan.
Pagar laut ini dibuat memanjang di area tangkap ikan sehingga membuat para nelayan kesulitan untuk menjalankan mata pencahariannya.
Baca Juga: Link Nonton Check In Hanyang Episode 11 Sub Indo Full Movie serta Spoiler Bukan Bilibili
Ketua BPD Tanara Jayadi mengatakan, secara spesifik dirinya tak mengetahui kapan tepatnya pagar laut itu dibangun.
Namun dari dokumen yang dimiliknya, pagar laut tersebut setidaknya sudah ada sekitar bulan Juli 2023 lalu.
“Juli 2023. Kalau yang masang ini orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada Bantenraya.com usai meninjau pagar laut.
Baca Juga: Bucin Era! Love Scout Episode 8 Sub Indo: Link Nonton Full Movie dengan Spoiler Bukan Bilibili
Ia menegaskan, meski tak tahu siapa pihak yang memasang dan bertanggung jawab atas pemasangan pagar laut, namun dipastikan itu bukan dari warga setempat maupun nelayan.
“Bukan, dipastikan tidak ada,” katanya.
Lebih lanjut Jayadi mengungkapkan, jika kebaradan pagar laut itu membuat para nelayan sengsara karena lokasinya yang berada di area tangkap ikan.
Baca Juga: Pagar Laut Sampai ke Tanara Kabupaten Serang, Semoga Cepat Dibongkar Jangan Nunggu Viral
“Bahwa tadi jelas tadi juga disuruh minggir nggak berani si nelayan karena itu banyak patok yang sudah patah,” ungkapnya.
“Takut patoknya itu kena perahu nanti bisa bocor. Risikonya itu nelayan itu dari muara ke laut itu panjang (memutar arah-red). Tidak seperti dulu, jelas sangat menganggu,” tuturnya.
Jayadi menuntut, dengan situasi yang terjadi saat ini pemerintah daerah bisa cepat tanggap dan menyelesaikannya.
Baca Juga: Link Twibbon Peringatan Isra Miraj 2025, Desain Penuh Warna dan Beda dengan yang Lain
“Saya selaku masyarakat Banten Utara mohon kepada pemerintah pusat, provinsi atau kabupaten kiranya sudi untuk turun ke Desa Pedaleman untuk meninjau langsung,” harapnya.
Senada diungkapkan Nelayan asal Desa Tanara Muhammad Salim. Ia bisa memastikan jika pagar laut itu bukan dibangun oleh nelayan.
“Bukan,” ujarnya.
Baca Juga: Penumpang KMP Athaya Tenggelam di Perairan Merak, Pencarian Oleh Tim SAR Beleum Membuahkan Hasil
Ia berharap, pagar tersebut bisa dibongkar sehingga nelayan bisa kembali mencari ikan dengan tenang.
“Semenjak ada lokasi di pagar penghasilan semakin berkurang. Keinginan nelayan diberantas termasuk penanam (pelaku pemasangan pagar laut). Harus diratakan seperti semula,” tuturnya. ***


















