BANTENRAYA.COM – Sebanyak 30 personel atau satu peleton Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Serang dikerahkan ke Taman Sari, Kota Serang, Minggu 10 Oktober 2021.
Pasukan penegak Perda ini diterjunkan untuk memberikan imbauan kepada pedagang di Taman Sari untuk meninggal tempat tersebut karena akan dilakukan revitalisasi.
Kasi Perundang-undangan Satpol PP Kota Serang Budi Winarto mengatakan, pihaknya turun ke Taman Sari hanya untuk memberikan imbauan kepada pedagang, karena tempat itu akan direvitalisasi.
Baca Juga: Walikota Cilegon Ungkap Filosofi Hidup, Helldy Agustian: Belum Tentu Istri Saya Setia
“Kita hanya mendampingi DLH dan Dinkopperindag untuk mengimbau para pedagang saja,” ujarnya.
“Supaya membongkar lapaknya sendiri, karena Selasa Taman Sari udah harus bersih, sebab revitalisasi akan dilaksanakan pada Rabu 13 Oktober,” jelas Budi, kepada Bantenraya.com, Minggu ,10 Oktober 2021.
Kedatangan personel Satpol PP Kota Serang, para pedagang di Taman Sari akhirnya mulai membongkar lapak dagangnya sendiri.
Baca Juga: Tips Hidup Sehat dan Hemat Bagi Mahasiswa Menurut dr. Zaidul Akbar
Salah seorang pedagang sembako di Taman Sari Darmadi mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari dinas terkait agar membongkar lapaknya.
“Iya sudah turun suratnya bahwa tanggal 10 Oktober hari ini harus sudah mulai bongkar sendiri,” ungkapnya.
“Kalau enggak sendiri besok sama petugas trantibum yang bongkar,” imbuh Darmadi saat ditemui di lokasi.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Hibahkan Bantuan Dua Bus Listrik dan Microbus untuk UGM
Ia mengaku, rencananya akan pindah di Pasar Kepandean yang telah disiapkan oleh Pemkot Serang.
“Katanya suruh ke Kepandean. Saya ikut aturan pemerintah aja,” katanya.
Namun Darmadi mengaku masih ragu lantaran saat ini kondisi masih pandemi Covid-19.
Baca Juga: Aurel Hermansyah Lakukan USG ke Dokter Kandungan, Hasilnya Membuat Atta Halilintar Sering Melamun
“Di sana (Kepandean) belum tentu rame. Tapi harapannya sih mudah-mudahan rame di sana,” tuturnya.
“Tapi enggak tahu lagi korona gini, PPKM diperpanjang terus, wong di sini aja sepi aja,” tambahnya.
Ia berharap, Pemkot Serang memberikan kesempatan agar bisa berjualan selama akhir tahun 2021.
Baca Juga: Judicial Review AD ART Partai Demokrat, Sebuah Paradox
“Harapannya jangan dulu dibongkar, karena lagi Pandemi. Kepengen abis lebaran karena lumanyan hasilnya,” katanya.
Darmadi mengaku material lapaknya akan dibawa pulang ke rumahnya.
“Bawa ke rumah. Kalau kiranya mau dipakai ya dipakai, kalau gak ya paling disimpan,” ucap dia. ***



















