BANTENRAYA.COM – Jajaran Satlantas Polres Pidie, Aceh, memiliki cara kreatif agar masyarakat mau ikut program vaksinasi Covid-19. Caranya, dengan mengubah sanksi tilang menjadi vaksinasi.
Kasatlantas Polres Pidie AKP Sandy Titah Nugraha dalam video yang beredar di akun Instagram @Polisi_Indonesia sebagaimana dikutip Bantenraya.com langsung turun tangan melakukan wawar soal mengubah sanksi tilang jadi vaksinasi.
Program ganti tilang dengan vaksinasi itu sendiri dinamai dengan program Garansi atau melanggar tukar vaksinasi.
Baca Juga: Pilkades Diundur Terus, Pengeluaran Calon Kades Bengkak Sampai Tiga Kali Lipat
Sandy mempromosikan program itu dengan suara yang lancar bahkan mirip dengan tukang obat yang nyerocos mempromosikan produk.
“Mau divaksin atau ditilang ya silakan,” kata Sandy.
Dalam keterangan video itu, ia mengatakan, program Garansi Satlantas Polres Pidie dinilai ampuh dalam mengajak masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.
Baca Juga: Gubernur Banten Keheranan Kenapa Mantan Sekdanya Sekarang Jadi Staf di BKD
Dalam sekali giat, program Garansi mampu mendorong 200 pengendara kendaraan bermotor melaksanakan vaksinasi Covid-19.
“Ini semua dilakukan demi menciptakan herd imunnity di kabupaten pidie yang memiliki masyarakat kurang lebih sebanyak 340.000 jiwa,” tulis akun @Polisi_Indonesia dikutip Bantenraya.com, Rabu, 6 Oktober 2021.
Dalam video itu, Kasatlantas Polres Pidie AKP Sandy Titah Nugraha berbicara menggunakan pengeras suara atau dikenal dengan toa seperti tukang obat di pasar tradisional.
Baca Juga: Update Terbaru Kode Redeem Mobil Legend Bang Bang Kamis 7 Oktober 2021
Ini dilakukan untuk membuat para pelanggar lebih tertarik untuk divaksinasi dari pada ditilang (dengan catatan tidak mengulangi pelanggaran kembali).
Program Garansi sudah berjalan selama dua kali dan berhasil mengajak pelanggar vaksinasi sebanyak 500 orang.
Program ini dikedepankan penindakan secara humanis dan memprioritaskan kesehatan masyarakat dibanding penegakan hukum secara represif.
Baca Juga: PON XX Papua: Maesaroh Sumbang Perak untuk Banten dari Lompat Jangkit
“Mengingat Pidie salah satu kabupaten di Indonesia yang masih melaksanakan PPKM level 4 dan ini harus terus kita kejar pencapaian vaksinasinya,” katanya.
“Penyebabnya sederhana, masyarakat masih kurang literasi dan banyak termakan berita bohong di media-media sosial,” tulis akun @Polisi_Indonesia. ***
















