BANTENRAYA.COM – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Ratu Ati Marliati tarik diri sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon di Pilkada 2024.
Pernyataan sikap Ratu Ati Marliati disampaikan kepada awak media usai Buka Bersama Partai Golkar dengan para kader di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Cilegon pada Kamis, 4 April 2024.
Sebelumnya, nama Ratu Ati Marliati dan Isro Mi’raj telah mendapatkan rekomendasi DPP Partai Golkar sebagai Bakal Calon Walikota Cilegon.
“Surat rekomendasi yang kemarin, ini yang perlu diluruskan, bukan rekomendasi langsung sebagai Calon Walikota, tapi untuk memenangkan Pileg dan kita berhasil,” kata Ratu Ati.
Mantan Wakil Walikota Cilegon ini mengatakan, koalisi di Pilgub Banten dan Pilwakot Cilegon diharapkan sama antar partainya.
Baca Juga: Pilwalkot Serang di Prediksi akan Ramai. Soalnya Gerindra Jajaki Koalisi dengan PKS
“Walau Golkar sudah bisa maju di Cilegon karena 8 kursi, tapi kita tetap dengan partai lain. Sosok yang kita majukan untuk menang, tapi melalui mekanisme,” ujarnya.
Partai Golkar dinilai memunyai keunikan dengan semua kader bisa menjadi Calon Walikota.
“Keputusan Golkarnya (DPP) seperti apa, kan kita tidak tahu. Tetapi Golkar hari ini, termasuk ibu (Ati menyebut dirinya sendiri). Ibu kemungkinan besar tidak akan maju (Pilwakot Cilegon),” tandasnya.
Ratu Ati sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon memberikan jalan seluas-luasnya bagi kader lain.
“Alhamdulillahnya, anak ibu (Rizki Khairul Ichwan) terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Cilegon (periode 2024-2029). Bu Amalia (Adik dari Ratu Ati) juga DPRD Provinsi Banten, jadi ibu memberikan pelajaran demokrasi yang baik untuk tidak maju,” tuturnya.
Baca Juga: Menangkan Pilkada Kabupaten Serang, Fahmi Bakal Ajak Semua Parpol Dukung Andika
Ratu Ati mengklaim tidak ada persoalan di Partai Golkar dan berkomitmen memberikan ruang demokrasi kepada kader lain.
“Muncul Robinsar, muncul Pak Isro, ya silakan saja. Semua pasang baliho boleh, tetapi ada etika politik. Tidak boleh baper,” kata Ati candanya.
Mantan Kepala Bappeda Kota Cilegon ini mengaku memberikan kesempatan bagi kader lain.
“Masa iya ibunya Walikota, anaknya di Dewan, bagaimana perimbangannya,” tuturnya.
Usulan Calon Walikota Cilegon, kata Ati, akan melalui Rapimda DPD II Partai Golkar Kota Cilegon.
Baca Juga: Dindik Banten Bolehkan Siswa Kelas 12 Gelar Perpisahan, Asal Tanpa Wisuda
“Kita akan mengumpulkan pengurus, tetapi komunikasi yang baik calon pemimpin bukan ke masyarakat saja, tetapi kepada kendaraan partai juga perlu,” tuturnya.
Diketahui, dalam buka bersama Partai Golkar Kota Cilegon, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kota Cilegon Isro Mi”raj tidak hadir.
Disinggung mengenai hal tersebut, Ati mengaku semua kader dan pengurus diundang dalam acara tersebut.
“Semua diundang, kalau persoalan tidak datang, tanya ke sana. Kalau politik tidak boleh baperan, Pak Isro sudah lama tidak datang ke sini (Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Cilegon),” paparnya.***















