Senin, 26 Januari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 26 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Ironi Aksara Pegon, Menjadi Tamu di Rumah Sendiri

Muhamad Tohir Oleh: Muhamad Tohir
9 September 2021 | 18:42
Ironi Aksara Pegon, Menjadi Tamu di Rumah Sendiri

Iwan Sudiana memperlihatkan tiga buku 'Latihan Penulisan Aksara Pegon, buatannya sendiri, Kamis, 9 September 2021. M Tohir/Banten Raya

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

 

BANTENRAYA.COM – Ada ironi pada aksara pegon yang merupakan aksara khas Nusantara, khususnya Jawa dialek Banten.

Di sejumlah daerah di Indonesia aksara pegon digunakan di ruang publik.

Bahkan di Malaysia dan Brunei Darussalam, aksara pegon atau dikenal dengan dengan sebutan aksara Jawi oleh warga Malaysia, banyak digunakan untuk penamaan gedung dan kantor pemerintahan.

Baca Juga: Mengenal Pegon, Aksara Banten Peninggalan Syekh Nawawi

“Di Banten sendiri belum ada nama jalan, gedung pemerintahan, maupun fasilitas umum yang menggunakan aksara Pegon,” kata Iwan Sudiana, penulis buku “Pedoman Penulisan Aksara Pegon” kepada Bantenraya.com, Kamis, 9 September 2021.

Maka, aksara Pegon yang dikembangkan oleh Syeikh Nawawi, ulama besar kelahiran Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, ini seperti menjadi tamu di rumah sendiri.

Iwan mengaku sering diundang oleh beberapa daerah di Indonesia untuk mengajarkan aksara Pegon. Sejumlah daerah yang memintanya untuk mengajari aksara Pegon di antaranya adalah Bandung, Pulau Bangka, Pulau Belitung, Batam, Jambi, dan lain-lain.

Baca Juga: Malaysia dan Brunei Darussalam Gunakan Aksara Pegon di Fasilitas Umum

Tidak hanya mempelajari bahkan sejumlah daerah di Indonesia menerapkan aksara Pegon di fasilitas publik yang mereka miliki. 

Salah satunya adalah Jambi yang menamai jembatan dengan Gentala Arasy dan menggunakan huruf pegon dengan ukuran yang sangat besar.

Di saat negara lain dan beberapa daerah di luar Banten antusias mengapresiasi aksara Pegon, Pemerintah Provinsi Banten sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan mengenai penggunaan aksara Pegon di ruang publik. 

Baca Juga: Lebak Selatan Bakal Punya Tol, Menghubungkan Pelabuhan Ratu hingga Bayah

Bukan tidak ada usaha. Beberapa kalangan meminta Iwan untuk merancang nama jalan raya dan aksesoris Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) menggunakan aksara Pegon.

Iwan misalnya diminta oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kota Serang yang saat itu dijabat oleh Imam Rana untuk menuliskan nama-nama jalan yang ada di Kota Serang menggunakan aksara Pegon.

Rencananya, ide itu akan disampaikan kepada Walikota Serang agar nama-nama jalan yang ada di Kota Serang dilengkapi dengan aksara Pegon.

Baca Juga: Mengenal Sosok Yuliani, Petani Cantik Produsen Beras Sultan hingga Diekspor Sampai Korea

Namun sampai saat ini rencana itu menguap begitu saja. Imam Rana dipindahkan dari posisinya sebagai Kabag Kesra. Dan rencana melengkapi nama-nama jalan di Kota Serang pergi entah ke mana.

Iwan juga sempat diminta oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten yang saat itu dijabat oleh Bazari Syam untuk menuliskan aksesoris dalam pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Banten menggunakan aksara Pegon.

Rencananya, ide itu akan ditawarkan kepada Gubernur Banten namun sampai Bazari Syam lengser dari jabatannya rencana itu menjadi tidak jelas.

Baca Juga: Segera Daftar! Program Kartu Prakerja Gelombang 20 Sudah Dibuka, Ini Syarat dan Linknya

Iwan mengaku secara pribadi belum pernah menemui Walikota Serang untuk mengungkapkan aspirasinya terkait penggunaan aksara Pegon di ruang publik. Dia mengatakan pasti tidak mudah untuk bertemu orang nomor satu di Kota Serang itu.

Di sekolah-sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) di Provinsi Banten baru Kota Serang dan Kabupaten Lebak yang menerapkan pelajaran aksara Pegon kepada para siswa.

Di luar itu, bahkan termasuk Kabupaten Serang yang merupakan daerah kelahiran Syeikh Nawawi, MDTA yang ada tidak ada yang menerapkan pelajaran aksara Pegon.

Baca Juga: Kerja Sama Program Beasiswa, Warga Cilegon Gratis Kuliah di Untirta

“Pegon ini di luar daerah Banten berkembang tapi di Banten sendiri sulit bukan main,” kata Iwan.

Iwan mengaku memiliki ide untuk menghidupkan kembali aksara Pegon setelah selama beberapa puluh tahun sejak tahun 1980-an aksara ini mulai tersingkir oleh aksara latin dan kemudian tidak digunakan sama sekali.

Padahal dahulu aksara Pegon menjadi alat komunikasi bahkan transfer ilmu pengetahuan, khususnya bagi para santri di pondok pesantren.

BACAJUGA:

Rumah Makan Padang ganti menu daging sapi dengan daging ayam

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Rumah Makan Padang di Kota Serang Ganti dengan Rendang Ayam

26 Januari 2026 | 21:38
Kepala Disperindag Provinsi Banten. Iwan Hermawan menangapi aksi mogok pedagang sapi

Harga Daging Sapi Naik Nasional, Disperindag Banten Minta Pedagang Tetap Berjualan

26 Januari 2026 | 21:24
akses menuju wisata baduy

Akses Menuju Wisata Baduy Rusak Parah, Mengancam Keselamatan Pengendara

26 Januari 2026 | 21:15
Lurah Masigit Mulyadi

Lurah Masigit Cilegon Ajukan Pembangunan RTLH untuk 4 Lokasi dan Penanganan Banjir

26 Januari 2026 | 20:52

Baca Juga: Lima Pengedar dan Pemakai Narkoba Dibekuk, Modusnya Beli Narkoba Lewat Medsos

Bahkan para orang tua yang ada di Serang dan Cilegon yang buta huruf latin biasanya sangat mahir membaca dan menulis dengan menggunakan aksara Pegon.

Di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, misalnya, masih ada yang menggunakan huruf pegon untuk mengundang tokoh masyarakat atau ulama di daerah tersebut ketika ada kematian.

Maka pada tahun 2016 lalu Iwan mulai membuat buku “Pedoman Penulisan Aksara Pegon” sebagai standarisasi penulisan aksara pegon.

Setelah itu ia kemudian membuat tiga jilid buku “Latihan Penulisan Aksara Pegon” yang dipergunakan bagi siswa kelas 2, 3, dan 4 MDTA di Kota Serang.

Baca Juga: Presiden Minta Kredit UMKM Ditingkatkan hingga 30 Persen

Bahkan saat ini Iwan sudah menciptakan aplikasi aksara Pegon di komputer untuk memudahkan siapa pun menulis aksara Pegon dengan mengetikkan huruf-huruf latin.

Iwan mengaku ingin mengembangkan aplikasi yang ia buat sendiri itu dalam bentuk aplikasi yang bisa diunduh di Play Store maupun App Store. Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam mempelajari aksara Pegon. Namun dia mengaku tidak tahu bagaimana caranya. ***

Editor: Administrator
Tags: aksara pegonJawa dialek BantenMusabaqah Tilawatil Quran
Previous Post

Lima Pengedar dan Pemakai Narkoba Dibekuk, Modusnya Beli Narkoba Lewat Medsos

Next Post

Kepengurusan Hipmi Pandeglang Dilantik, Usung Target Peningkatan Ekonomi Kerakyatan

Related Posts

Rumah Makan Padang ganti menu daging sapi dengan daging ayam
Daerah

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Rumah Makan Padang di Kota Serang Ganti dengan Rendang Ayam

26 Januari 2026 | 21:38
Kepala Disperindag Provinsi Banten. Iwan Hermawan menangapi aksi mogok pedagang sapi
Daerah

Harga Daging Sapi Naik Nasional, Disperindag Banten Minta Pedagang Tetap Berjualan

26 Januari 2026 | 21:24
akses menuju wisata baduy
Daerah

Akses Menuju Wisata Baduy Rusak Parah, Mengancam Keselamatan Pengendara

26 Januari 2026 | 21:15
Lurah Masigit Mulyadi
Daerah

Lurah Masigit Cilegon Ajukan Pembangunan RTLH untuk 4 Lokasi dan Penanganan Banjir

26 Januari 2026 | 20:52
Pemkot Cilegon dan perwakilan PT KAI
Daerah

Pemkot Cilegon dan PT KAI Cek Lapangan Kondisi Gorong-gorong Perlintasan

26 Januari 2026 | 20:37
Kondisi Jalan Imam Bonjol rusak parah
Daerah

Jalan Imam Bonjol Cibeber Rusak Parah Usai Banjir, Perbaikan Masih Tertunda

26 Januari 2026 | 20:26
Load More

Popular

  • Pemkot Cilegon

    Satgas PAD Pemkot Cilegon Bakal Paksa Sekolah Negeri Beli Air Kemasan dari Perumda Cilegon Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 10 Pejabat Eselon II Pemprov Banten Dilantik, 3 Di antaranya Promosi Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Lengkap Pejabat Eselon II Pemprov Banten yang Kena Rotasi Mutasi, Sejumlah Nama Baru Jadi Bos OPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soto Klaten Tempat Sarapan Favorit Warga Serang, Harganya Cuma Rp5 Ribu dan Bikin Kenyang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lurah Kebonsari Bangun Saung Bengkel Inovasi Tanpa APBD Untuk Kumpul Warga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anggaran Dicoret, Pengadaan Truk Sampah di DLH Kabupaten Lebak Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OPD Pemkot Cilegon Diminta Pintar Cari Dana Pusat, Bapperida Punya Keyakinan Soal Mandatori Efisiensi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Pedagang Daging di Kios Pasar Kranggot Cilegon Kompak Mogok Jualan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persita Tangerang vs Persija Jakarta, Alarm Bahaya untuk Pendekar Cisadane

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25
SMAN 1 Cimarga

Para Siswa SMAN 1 Cimarga Kena Mental Terus Dipojokan Warganet, Pemkab Lebak Kirim Psikolog

16 Oktober 2025 | 19:45

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Rumah Makan Padang ganti menu daging sapi dengan daging ayam

Imbas Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Rumah Makan Padang di Kota Serang Ganti dengan Rendang Ayam

26 Januari 2026 | 21:38
Kepala Disperindag Provinsi Banten. Iwan Hermawan menangapi aksi mogok pedagang sapi

Harga Daging Sapi Naik Nasional, Disperindag Banten Minta Pedagang Tetap Berjualan

26 Januari 2026 | 21:24
akses menuju wisata baduy

Akses Menuju Wisata Baduy Rusak Parah, Mengancam Keselamatan Pengendara

26 Januari 2026 | 21:15
uin smh

Mahasiswa PAI UIN SMH Banten Dibekali Pemahaman Penulisan Karya Ilmiah yang Efektif dan Berintegritas

26 Januari 2026 | 20:54

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda