BANTENRAYA.COM – Anggota DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, saat ini tahun baru hijriah sudah banyak dilupakan masyarakat, yang mayoritas umat Islam.
Hal itu disampaikan Jajuli saat sambutan pada acara Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah di Masjid Nur Ala Nur, Kampung Larangan, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada Jumat, 27 Juni 2025.
Kata dia, masyarakat lebih ingat dengan tahun masehi.
“Januari (kalender masehi) diingat karena suaminya gajiannya pakai Januari. Hijriah katah sing boten inget (banyak yang tidak ingat),” katanya.
Hadir dalan acara itu Anggota DPRD Banten Mansur Barmawi dan juga Kepala Desa Harjatani Sofan.
Jazuli mengatakan, tahun hijriah ditetapkan Sahabat Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khatab.
Penanggalan bulan dihitung dari peredaran bulan atau perputaran bulan.
“(Perayaaan) Tahun baru masehi ramai, tapi hijriah walaupun tidak dianjurkan (harus diramaikan). Di Jakarta ngarak bedug, bawa obor, sambil selawat sebagai tanda pergantian tahun baru Islam,” ujarnya.
Cerita perjalanan Nabi Muhammad SAW tentang bangun masjid yang pertama dibangun, Masjid Kuba.
Jazuli juga mengingatkan warga agar jemaah mengisi masjid yang telah dibangun.
Dikatakan, masjid dibangun walaupun lama tapi selesai juga dibangun.
“Tapi, itu yang saya sedih. Orang lomba-lomba bangun masjid. Semen patungan, pasir patungan. Tapi begitu jadi, masing masing iri-irian (untuk mengisinya) Kayak mau gotong katil (keranda mayat),” ungkapnya.
“Sumbangan bikin katil, semua sumbang, 50 ribuan. Semua nyumbang takut nanti mati nggak digotong,” sambungnya.
Jazuli berharap, tahun baru hijriah ini masyarakat bisa memakmurkan masjid.
“Kita semakin soleh,” pungkasnya.***


















