BANTENRAYA.COM – Salah satu rumah produksi gerabah di Desa Bandulu, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang milik Yayasan JJ Pottery terus mengembangkan kerajinan gerabah.
Mereka tetap memertahankan eksistensi kerajinan gerabah di tengah serbuan barang-barang modern.
Rumah produksi gerabah ini juga terus melakukan pelestarian terhadap generasi muda seperti anak-anak sekolah dari mulai Pendidikan Anak Usia Dini (PAU) hingga mahasiswa.
Perajin gerabah Maun mengatakan, pihaknya sering kali didatangi oleh anak-anak sekolah untuk melakukan praktik pembuatan gerabah.
“JJ Pottery ini dibangun untuk melestarikan budaya pembuatan gerabah, berdiri sejak 20 tahun yang lalu kita masih sering melakukan edukasi terhadap anak sekolah,” katanya.
“Namun untuk bulan puasa ini tidak ada jadwal dan yang paling terdekat tanggal 17 April anak sekolah datang kesini,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya, Senin 11 Maret 2025.
Ia menjelaskan, meski di tengah ribuan barang modern gerabah Bandulu ini masih tetap eksis dalam melakukan penjualan maupun pengembangan terhadap anak muda.
“Sistemnya kita tidak melakukan jual beli langsung, tapi yang minat datang ke sini dan diajari cara buatnya,” ungkapnya.
“Biasanya mereka boking dulu dan pesen gerabahnya, jadi nanti setelah praktik barangnya bisa langsung dibawa pulang,” katanya.
Baca Juga: Tilep Uang Retribusi Sampah, 2 Mantan Pegawai DLH Kota Cilegon Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Maun menuturkan, untuk bahan pembuatan gerabah yang ia buat berbeda dengan gerabah pada umumnya lantaran memiliki tekstur lebih halus.
“Berbeda dengan gerabah yang di Bumi Jaya, kita hanya ngambil dari sari tanah liatnya supaya produk yang dihasilkan tidak kasar. Maknnya kita ngambil tanahnya dari Bandung karena di sekitar Banten sangat sulit didapat,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, JJ Pottery ini setiap bulannya selalu ramai dikunjungi masyarakat baik dari warga lokal maupun dari luar daerah khususnya wilayah Tangerang.
Baca Juga: Gercep Langsung Turun Tinjau Jalan Rusak di Serang, Gubernur Banten Janjikan Percepatan Perbaikan
“Yang sering dari Kota Cilegon, dari Tangerang khususnya Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi),” tuturnya.
“Sayangnya pengunjung dibatasi pali sebulan tiga instansi karena kalau lebih kita yang keteteran,” paparnya.
Pihaknya mematok harga Rp25.000 per orang bagi masyarakat yang mau belajar membuat gerabah di yayasan JJ Pottery tersebut.
“Itu untuk biaya edukasi saja, namun untuk harga barang bervariatif mulai dari Rp15.000 hingga ratusan ribu rupiah,” tuturnya. ***


















