BANTENRAYA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang membangunkan rumah untuk warga Desa Mandaya, Kecamatan Carenang bernama Romli (54).
Sebelumnya rumah Romli sempat ambruk akibat adanya cuaca ekstrem serta kondisi bangunan yang termakan usia sehingga ia dan keluarnya tinggal di gedung Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) selama 10 bulan lamanya.
Romli mengaku senang dengan pemberian bantuan yang dilakukan dari Baznas untuk membangunkan rumah sebagai tempat tinggal yang layak.
Baca Juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Usul Situs Banten Lama Jadi Cagar Budaya Nasional
“Alhamdulillah sekarang saya dibangunkan rumah dari Baznas, ada saudara saya yang mengajukan program Rutilahu ke DPRKP (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) Kabupaten Serang. Karena di DPRKP data saya tidak tercatat sehingga dialihkan di Baznas,” ujarnya saat ditemui di kedimannya, Sabtu (18/1).
Ia menjelaskan, pihaknya diberikan dana bantuan sebesar Rp25 juta dari Baznas untuk membeli kebutuhan material dan membayar petukang.
“Dana yang saya terima Rp25 juta untuk material dan petukang, saya cukup-cukupin saja karena ada juga saudara yang membantu membangun rumah ini. Saya juga ucapkan terima kasih karena pemberian ini sangat membantu buat saya,” katanya.
Baca Juga: Belum Kantongi Izin, Pagar Laut Ilegal di Tangerang Bakal Dibongkar Pemprov Banten
Romli menuturkan, pembangunan rumah sudah dilakukan selama 11 hari dengan dibantu empat petukang dan saat ini penyusunan bata hebel mulai terlihat setinggi enam meter.
“Luas rumah sekitar 6×6 meter dengan dua kamar, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Progres pembangunan saya kira sudah 50 persen dan tinggal bagian atas sama plesteran dinding-dinding nya, ” jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat ini untuk sehari-hari pihaknya masih tidur di gedung Pamsimas dan masih sering diterjang banjir saat terjadi hujan lebat.
Baca Juga: Jadi Kunci Pelestarian Budaya Banten, Pj Gubernur Banten Serukan Gotong Royong
“Masih sering banjir juga, bahkan lebih banjir lagi karena terlalu sering huja. Mudah-mudahan terealisasi sehingga saya menempati rumah yang baru,” paparnya.
Mulanya rumahnya sempat tersebut diterjang cuaca ekstrem pada bulan Maret 2024 sehingga satu keluarga tersebut sudah tinggal 11 bulan di gedung Pamsimas.
“Saya tinggal di Pamsimas ini dengan empat orang, ada istri, anak, dan cucu saya yang ditinggal orang tuanya kerja di Saudi Arabia. Sementara tinggal di Pamsimas karena dulu tidak punya biaya untuk membangun rumah,” tuturnya.***



















