BANTENRAYA.COM – Para petani bawang merah di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu mengeluhkan hasil panen yang turun drastis.
Penurunan hasil panen bawang merah terjadi karena dipengaruhi cuaca yang kurang bagus dimana dalam beberapa minggu terakhir terjadi hujan lebat secara terus menerus.
Petani bawang merah di Desa Tonjong, Suherman, mengaku pada musim kali ini menanam satu kuintal bawang merah, namun hasil panen tidak mencapai target.
Baca Juga: Tahun 2025, Pemkot Tangerang Targetkan Perbaiki 1000 Rumah Tidak Layak Huni
“Satu kuintal itu biasanya bisa daat 1 ton saat panen bawang merah. Tapi karena hujan lebat yang terjadi beberapa pekan ini kita cuman dapat 7.000 sampai 8.000 kilogram,” ujarnya saat ditemui di lahan miliknya, pada Senin, 13 Januari 2025.
Ia menjelaskan, walaupun hasil panen bawang merah turun namun harga bawang merah di pasaran masih stabil yakni sebesar Rp35.000 per kilogram.
“Untuk harga masih stabil Rp35.000 untuk di pasaran, tapi saya petani hanya menjual Rp25.000 per kilogramnya. Untuk harga tidak meningkat mungkin karena hasil panen di daerah lain seperti Brebes lagi bagus,” katanya.
Baca Juga: Honorer Kota Cilegon Gigit Jari, Pemkot Tak Boleh Cairkan Gaji Walau Sudah Dianggarkan di APBD 2025
Suherman menuturkan, saat ini hasil bawang merah yang dipanen cenderung mengecil karena kurangnya sinar matahari yang dinilai sangat bagus untuk bawang.
“Sudah pasti kalau cuacanya sering hujan begini bawang juga kecil-kecil, berbeda saat musim panas, bawang merah yang dihasilkan ukurannya lebih besar. Terus dipanennya juga sulita karena daunnya pada jatuh,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengaku sudah melakukan survei langsung kepada para petani bawang.
Baca Juga: Si Hitam Manis, Dodol Tenjo Bawa Berkah Untuk Warga Tigaraksa Tangerang
“Untuk lahan di Kabupaten Serang ini baru 15 hektare, tersebar di Kecamatan Mancak, Kramatwatu, Cikeusal, Baros, Kragilan dan Kecamatan Cinangka. Untuk produktifitas masih dikatakan sedang, petani bisa mencapai enam hingga tujuh ton per hektarenya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya memperluas tanaman bawang merah dengan memberikan pelatihan penanaman hingga pendistribusian benih.
“Di Kabupaten Serang itu ada orang Brebes yang mengembangkan bawang, namaynya Rasito terbukti dia berhasil mengembangkan bawang sehingga para petani yang lain juga banyak yang menanam,” katanya.***


















