BANTENRAYA.COM – Pria berusia 60 tahun dari Desa Karang Suraga, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Nono Suhartono bertahan menjadi perajin kerang selama 40 tahun lebih.
Ia mengawali usaha kerajinan kerang dari tahun 1984 berawal karena suka mengumpulkan berbagai macam jenis kerang hingga sampai saat ini telah membuat 40 jenis produk kerajinan.
Nono Suhartono mengatakan, ia menjadi perajin cangkang kerang setelah tamat dari bangku SMA hingga sampai saat ini profesinya itu telah menjadi mata pencaharian untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari.
“Pertama mulai sejak keluar sekolah,dulu kalau lagi nganggur saya iseng-iseng cari bahan-bahan kerang di laut tapi enggak tahu fungsinya untuk apa. Akhirnya saya punya ide untuk dibikin kerajinan yang ada nilai ekonomisnya, ” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya, Kamis, 19 Desember 2024.
Ia menjelaskan, setelah mencoba akhirnya ia terus menekuni membuat puluhan produk perharinya dan kemudian menjualnya di tempat-tempat wisata.
“Saya semakin termotivasi untuk meneruskan usaha kerajinan kerang, dari situ mulailah mencoba membuat berbagai jenis produk. Setelah saya mencoba terus-menerus ternyata laku dan diminati warga, sehingga usaha ini berkelanjutan sampai sekarang,” katanya.
Nono menuturkan, ia membuat beberapa kerajinan yang semakin berkembang seperti hiasan dinding, cermin, jam, bingkai kaligrafi, bingkai foto, hiasan meja, mainan hewan-hewan, souvenir buat pernikahan.
“Kalau seluruhnya yang tercipta lebih 40 jenis. Kerang-kerang saya dapat dari sekitar kawasan pantai Anyer, Cinangka, Carita. Tempat yang daerah ada pemukiman nelayan lah di sana kan banyak cangkang kerang bekas, saya kumpulin kadang ada milik warga yang saya beli, ” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Cilegon Tekankan Guru Tingkatkan Kompetensi
Untuk harga kerajinan juga bervariatif mulai dari gantungan kunci yang seharga Rp1. 500 hingga mencapai jutaan rupiah tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya.
“Untuk harga yang Rp1 juta seperti bikin badak yang tingkat pengerjaannya cukup sulit. Penjualannya di daerah wisata di dan kebanyakan di kawasan Carita, terus di Cinangka dan anyer, paparnya.
Ia mengungkapkan, dalam membuat kerajinan kerang yang ukuran kecil ia bisa menghasilkan 100 produk dalam perharinya.
“Untuk ukuran yang besar paling satu hari dapat lima produk. Sekarang saya lagi fokus membuat pesanan yang harus dikerjakan sampai hari Jumat besok untuk dibawa ke Hotel Marbella Anyer,” tuturnya.***


















