BANTENRAYA.COM – Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Trembesi, Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan ini mengusung tema besar “Transformasi Tata Kelola dan Penguatan Akademik Fakultas Ushuluddin dan Adab Berdaya Saing Unggul dan Berdampak”.
Forum strategis ini menjadi ajang konsolidasi penting yang mempertemukan jajaran pimpinan fakultas, pimpinan Lembaga dan UPT se-UIN Banten, Ketua dan Sekretaris Jurusan di lingkungan FUDA, para dosen, pemangku kepentingan terkait, serta tenaga kependidikan untuk menyelaraskan arah kebijakan menuju visi besar UIN SMH Banten sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang berdaya saing global.
Pada hari pertama, agenda difokuskan pada penguatan Program Studi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) yang dijadwalkan menempuh re-akreditasi pada Mei 2026.
BACA JUGA: Tokoh Pendiri Banten Minta Pemkot Serang Perkuat Perlindungan Bangunan Cagar Budaya
Sesi khusus ini menghadirkan narasumber nasional, Ketua Asosiasi Akidah Filsafat Islam Indonesia (ASAFI) Kholid al-Walid, yang memberikan penguatan konseptual dan teknis terkait standar mutu, distingsi keilmuan, serta strategi pencapaian akreditasi unggul.
Dalam paparannya, Kholid al-Walid menekankan pentingnya penegasan distingsi keilmuan AFI, konsistensi kurikulum Outcome Based Education (OBE), penguatan riset dan publikasi dosen, hingga sistematisasi tracer study dan kemitraan.
“Momentum ini menjadi refleksi kritis untuk memastikan Prodi AFI matang secara substansial dalam menjawab tantangan zaman,” katanya, kemarin.
Penyusunan Visi dan Misi FUDA UIN SMH Banten 2025-2029
BACA JUGA: Dalam 2 Pekan, Kecamatan Citangkil Penuhi Lebih dari 40 Permintaan Surat Pengajuan Dana Hibah
Agenda fundamental lainnya dalam Raker ini adalah perumusan visi dan misi FUDA periode 2025–2029. Melalui diskusi komprehensif lintas komisi, forum berhasil menyepakati visi baru, yaitu menjadi Fakultas Ushuluddin dan Adab yang unggul dalam pengembangan keilmuan Islam dan humaniora berbasis kearifan lokal Banten yang berdampak global.
Sebagai penguat spirit akademik, diluncurkan pula slogan resmi “FUDA: Critically, Locally, Globally” yang mengandung makna filosofis mendalam: mendorong tradisi berpikir kritis, berakar pada kearifan lokal Banten sebagai basis epistemologis, serta berorientasi pada kontribusi ilmiah di tingkat internasional.
Selama pelaksanaan Raker, pembahasan juga dipertajam melalui lima pilar utama yang mencakup tata kelola berbasis kinerja, penjaminan mutu akademik melalui kurikulum OBE, peningkatan produktivitas riset dan publikasi, penguatan kemahasiswaan dan kerjasama dengan skema Al-Jabbar, Al-Basith, Al-Bashir, dan al-Jami’, serta penyusunan dokumen perencanaan strategis.
Dekan Fakultas Ushuluddin dan Adab Masykur menegaskan komitmen terhadap perubahan ini dalam sambutannya. Transformasi tata kelola yang usung bukan sekadar perubahan administratif di atas kertas, melainkan pembenahan sistem yang berorientasi pada pelayanan prima kepada mahasiswa. (satibi)



















