BANTENRAYA.COM – Singapura dikenal sebagai salah satu tujuan pendidikan terbaik di Asia, namun biaya kuliah yang tinggi kerap menjadi tantangan bagi pelajar Indonesia.
Melalui Beasiswa Dr Goh Keng Swee (GKS), peluang tersebut kini terbuka lebar bagi mahasiswa berprestasi yang ingin menempuh pendidikan sarjana secara penuh di Singapura pada tahun akademik 2026–2027.
Beasiswa Goh Keng Swee diambil dari nama Dr Goh Keng Swee, tokoh penting Singapura yang dikenal sebagai ekonom sekaligus mantan Wakil Perdana Menteri Singapura pada periode 1968 hingga 1984.
Warisan pemikirannya di bidang pembangunan ekonomi kemudian diwujudkan dalam bentuk beasiswa yang mendorong generasi muda Asia Pasifik, termasuk Indonesia, untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas dunia.
BACA JUGA: Satgas Penanganan Banjir Cilegon Bakal Datangi Lokasi Tambang Aktif, Periksa Dokumen Perizinan
Pada periode ini, Beasiswa GKS secara khusus hanya ditujukan untuk studi di National University of Singapore (NUS). Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi program serta memungkinkan pemberian kuota beasiswa yang lebih luas setiap tahunnya.
NUS sendiri merupakan universitas peringkat atas dunia dengan reputasi kuat di bidang sains, teknologi, ekonomi, hingga kebijakan publik.
Melalui skema beasiswa penuh, penerima Beasiswa GKS akan mendapatkan dukungan biaya pendidikan sehingga dapat fokus sepenuhnya pada studi dan pengembangan diri.
Program ini tidak hanya menawarkan kesempatan akademik, tetapi juga pengalaman internasional yang berharga di lingkungan global.
Bagi pelajar Indonesia yang bercita-cita menempuh pendidikan sarjana di luar negeri, Beasiswa Goh Keng Swee menjadi salah satu jalur prestisius yang patut diperjuangkan.
Kesempatan ini bukan sekadar kuliah gratis, tetapi juga investasi masa depan melalui jaringan global dan kualitas pendidikan kelas dunia.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini. Persiapkan diri sejak dini, lengkapi dokumen yang dibutuhkan, dan pantau terus informasi resmi pendaftaran Beasiswa Goh Keng Swee agar peluang kuliah di Singapura bisa benar-benar terwujud. ***



















