BANTENRAYA.COM – Petani cabai di Kabupaten Lebak mengalami gagal panen. Hal itu terjadi akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa pekan ke belakang.
Seorang petani cabai di Kecamatan Cibadak, Badrudin mengaku mengalami kerugian hingga Rp20 juta usai 1.500 pohon cabai miliknya mengalami pembusukan.
“Harusnya sudah hampir memasuki musim panen. Tapi busuk gara-gara hujan terus,” kata Badrudin, Senin, 19 Januari 2026.
BACA JUGA: Beasiswa Goh Keng Swee Buka Peluang Kuliah S1 Gratis di Singapura Lewat NUS
Badrudin menjelaskan, dari jumlah batang pohon cabai miliknya yang ditanam di atas atas lahan seluas satu hektare itu, hanya dapat diselamatkan sekitar 20 persennya.
“Kerugian yang jelas dari biaya bibit, perawatan, pupuk, hingga tenaga kerja,” imbuhnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh petani cabai lain di Kecamatan Cikulur, Rouf.
Dia bilang, cabai hijau keriting yang ia tanam di atas lahan 5 ribu meter persegi miliknya tersebut biasanya dapat menghasilkan 4 ton di masa panen periode pertama.
Namun kini akibat kerusakan yang dialami, omzet yang diterima Rouf terjun bebas sejalan dengan berkurangnya hasil produksi.
“Ya kalau normal di atas lahan setengah hektare bisa 4 ton. Tapi karena cuaca ekstrem ini ya mentok paling 7 kuintal,” kata Rouf. ***















