BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten meluncurkan Program Sekolah Gratis untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus atau SKh swasta.
Program ini secara resmi dimulai pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dan sudah melibatkan 811 sekolah swasta yang tersebar di delapan kabupaten atau kota di Banten.
Gubernur Banten Andra Soni menyebut, peluncuran program ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menekan angka putus sekolah dan membuka akses pendidikan seluas-luasnya, khususnya bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.
“Program ini hadir agar tidak ada lagi anak-anak Banten yang berhenti sekolah hanya karena tidak mampu membayar biaya pendidikan,” kata Andra Soni, Minggu, 4 Mei 2025.
Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat Soal Dugaan Calo Tenaga Kerja, Dede Rohana Sidak PT Polypelex Film Indonesia
Andra menyampaikan, saat ini sudah ada 811 sekolah swasta telah terverifikasi dan siap menjalankan program, terdiri dari 235 SMA swasta, 520 SMK swasta, dan 56 SKh swasta.
Andra menegaskan, angka ini bukan hanya menunjukkan kesiapan sekolah swasta, tapi juga kepercayaan mereka terhadap komitmen pemerintah.
“Kita ingin menghadirkan keadilan bagi anak-anak Banten yang tidak diterima di sekolah negeri, agar tetap bisa bersekolah di swasta dan gratis. Negara harus hadir memberi solusi, bukan menambah beban,” ujarnya.
Untuk mendukung keberlangsungan program, Andra mengatakan bahwa, Pemprov Banten akan menetapkan dua skema bantuan.
Baca Juga: GRATIS! 10 Link Twibbon Hari Bidan Sedunia 2025, Desain Keren Cocok Dibagikan di Media Sosial dan WA
Sekolah swasta di wilayah Tangerang Raya mendapat subsidi Rp250 ribu per siswa per bulan, sementara sekolah di wilayah Serang, Cilegon, Pandeglang, dan Lebak mendapatkan Rp150 ribu per bulan.
Bantuan ini mencakup SPP, uang gedung, dan LKS, meski belum termasuk kebutuhan personal seperti seragam.
“Program ini akan berjalan bertahap dimulai dari siswa kelas 10 tahun ini. Setiap tahun akan bertambah satu angkatan sampai akhirnya mencakup seluruh jenjang,” jelasnya.
Andra juga menegaskan bahwa, Pemprov akan melakukan evaluasi rutin untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
Baca Juga: Lowongan Kerja PT Delta Tekno Perkasa Lokasi Cikande, Intip Persyaratannya
Menurutnya, pendidikan gratis bukan berarti menurunkan standar, melainkan harus mendorong layanan yang lebih baik.
“Yang penting bukan hanya gratis, tapi tetap berkualitas. Standarnya nanti kita atur secara rinci lewat juklak dan juknis,” tegasnya.
Sementara itu, terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman, menyampaikan bahwa dari total 1.237 sekolah swasta di Banten, 811 sekolah telah menyatakan kesiapan mengikuti Program Sekolah Gratis. Sisanya masih dalam proses verifikasi atau belum memenuhi persyaratan.
“Jumlah ini belum termasuk madrasah aliyah swasta, karena untuk tahun ini mereka belum dilibatkan dalam program,” ujarnya.
Lukman menambahkan, keikutsertaan sekolah dalam program ini bersifat terbuka dan sukarela, namun harus disertai kesiapan administratif dan teknis. Ia berharap langkah ini dapat meringankan beban orang tua dan memberikan kepastian layanan pendidikan.
“Program ini tidak hanya meringankan beban biaya, tapi juga membuka harapan baru bagi ribuan keluarga di Banten. Ini langkah besar yang harus kita kawal bersama,” tutup Lukman.***


















