BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Andra Soni mengakui bahwa program sekolah gratis tak menyasa kalangan elite.
Program sekolah gratis menyasar anak dari keluarga menengah dan kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan gratis.
Andra mengungkapkan, karena program sekolah gratis bukan untuk kalangan elite, maka ada beberapa sekolah yang menolak atau tidak mau ikut dalam program tersebut.
Baca Juga: Tilep Uang Retribusi Sampah, 2 Mantan Pegawai DLH Kota Cilegon Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Sebab secara finansial mereka sudah berada di atas orang kebanyakan. Meski demikian, Andra tidak setuju dengan diksi sekolah swasta menolak program Sekolah Gratis.
“Sekolah swasta bukan menolak tapi mereka memiliki biaya yang tidak terjangkau oleh kita,” kata Andra Safari Ramadan di Cikeusal, Senin malam 10 Maret 2025.
Andra menyatakan, sekolah elite atau yang dia sebut sebagai sekolah premium, yang biayanya sangat tinggi dan mahal, memang bukan sasaran program Sekolah Gratis.
Sebab tanpa bantuan pemerintah daerah pun anak-anak orang kaya itu akan mampu mengenyam pendidikan karena orang tua mereka mampu secara finansial.
Hal itu berbeda dengan keluarga dari kalangan menengah atau bawah yang masih membutuhkan bantuan pemerintah daerah.
“Sekolah premium bukan sasaran kita. Kita menyasar anak yang tidak berdaya secara ekonomi tapi ingin sekolah,” kata Andra.
Baca Juga: SMAN 1 Cikande Galang Dana untuk Palestina di Bulan Suci Ramadan ini
Andra menyatakan, program sekolah gratis sejalan dengan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ingin membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Ini juga sejalan dengan visi menjadikan Indonesia Emas tahun 2045.
Bahkan, gagasan Prabowo Subianto tentang sekolah rakyat, yang merupakan sekolah unggulan bagi semua masyarakat, terutama yang tidak mampu secara ekonomi namun berprestasi secara akademik.
Baca Juga: 5 PO Siap Antar Pemudik di Terminal Mandala, Cek Tanggal Puncak Arus Mudik
Hal tersebut akan diwujudkan dengan membuat Sekolah Garuda. Di sekolah ini semua anak berprestasi dan layak bisa bersekolah gratis.
Andra membayangkan Sekolah Garuda seperti sekolah model yang dibuat Pemerintah Provinsi Banten yaitu Cahaya Madani Banten Boarding School atau sekolah CMBBS.
Pendirian CMBBS sendiri dilakukan pada era Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten kala itu.
“Seperti CMBBS yang dibuat Ibu Atut,” katanya.
Baca Juga: Profil Samudra Taylor Pemeran Gavin di Series Cinta Mati Lengkap dengan Agama
Sayangnya dalam perjalanannya CMBBS bukan lagi diperuntukkan bagi anak tidak mampu tapi punya prestasi melainkan hanya untuk anak pejabat. Inilah yang membuat CMBBS kehilangan value.
Andra mengaku ingin mengembalikan CMBBS pada khittahnya. Sejalan dengan itu, dia juga ingin membangun beberapa sekolah model mirip CMBBS di beberapa daerah seperti di Lebak dan Serang yang akan dinami Sekolah Garuda.
Di sekolah ini nantinya anak-anak berprestasi, terutama yang kurang mampu, bersekolah.
Sehingga ke depan diharapkan akan lahir anak-anak unggulan yang akan masuk ke perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Sehingga kelak akan lahir pemimpin-pemimpin dari Banten yang akan membangun daerahnya. ***


















