BANTENRAYA.COM – Topi khas Papua menjadi oleh-oleh yang paling banyak dicari para kontingen PON XX Papua dari berbagai provinsi.
Oleh-oleh topi khas Papua ini banyak diburu karena memiliki keunikan tersendiri.
Topi khas Papua ini dibalut oleh bulu kasuari yang merupakan unggas endemik yang hanya hidup di Papua dan sekitarnya.
Harga topi khas yang yang dikenakan warga asli Papua ini bervariasi antara ratusan ribu hingga jutaan.
Semakin mahal harganya maka hiasan bulu di topi khas ini tentunya semakin bagus.
Selain bulu kasuari, topi khas Papua juga ada yang dihiasi bulu burung cendrawasih dan tentu berbeda harganya.
Baca Juga: Politikus Golkar Singgung Ada Kesan Matahari Kembar di Kepemimpinan Helldy-Sanuji
Secara umum, harga topi yang dihiasi bulu kasuari dibanderol Rp250 ribu hingga Rp500 ribu.
Sementara jika diberi bulu cendrawasih harga minimalnya sudah berkisar jutaan rupiah.
Bulu cendrawasih sendiri berwarna indah yakni perpaduan warna kuning, putih hitam dan cokelat.
Baca Juga: Berada di Zona Degradasi, Bisakah Newcastle Bangkit Usai Dibeli Pangeran MBS?
Salah seorang pedagang suvenir Hermalina mengatakan, topi khas Papua ini paling diburu warga dari luar Papua.
Dalam satu hari ia bisa menjual hingga 10 topi. Namun ia mengaku tidak menjual topinya dengan harga mahal karena khawatir pembeli yang datang mengurungkan niatnya berbelanja.
“Mama biasa jual harga topi khas ini dengan harga Rp250 hingga Rp400 ribu untuk satu topi,” ujarnya.
Baca Juga: Alami Kiris, BPBD Kota Cilegon Distribusikan Air Minum untuk Warga Batu Lawang
“Tapi kalau beli banyak bisa turun harga. Saya lebih baik menjual harga murah asal dagangan saya lancar,” katanya saat ditemui di Jayapura.
Kata dia, produk topi khas Papua ini diambil dari perajin yang berada di kawasan Papua sehingga harganya bisa berkurang dan motifnya bervariatif.
“Mama langsung ambil dari perajin. Jadi harga lebih terjangkau dibandingkan beli di toko souvenir di kawasan Kota Jayapura,” ungkapnya.
Baca Juga: Resep Beef Teriyaki Ala Restoran Jepang, Super Mudah Dicoba di Rumah
“Di toko souvenir harga berkisar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu,” imbuhnya.
Kata dia, topi khas Papua ini jarang dijual di luar Papua. Jadi itu menjadi suvenir yang langka untuk didapatkan.
“Bahan untuk membuat topi ini dari kulit kayu Papua dan bulu kasuari. Kami juga memberikan hiasan kerang laut untuk mempercantik topi ini,” tutupnya. ***


















