Minggu, 1 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Dampak Debat Ijazah Jokowi Di Masyarakat

Administrator Oleh: Administrator
3 Oktober 2025 | 08:24
ijazah

Mahasiswa Fisip Untirta soal debat ijazah Jokowi di masyarakat. (Dok. Pribadi)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Perdebatan soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo menjadi salah satu isu politik yang belakangan ini paling banyak menarik perhatian masyarakat.

Kontroversi ini tidak hanya mempertanyakan dokumen pendidikan seorang pemimpin negara, tetapi juga menunjukkan bagaimana isu pribadi bisa berkembang menjadi permasalahan publik yang rumit, yang melibatkan berbagai aspek seperti politik, sosial, hingga demokrasi.

Isu ini muncul karena munculnya kritik dari sejumlah pihak terhadap validitas ijazah yang digunakan oleh Jokowi saat mendaftar sebagai calon presiden.

Hal ini memicu serangan dari tokoh dan kelompok politik tertentu, sementara pihak pendukung Jokowi menganggapnya sebagai upaya untuk merusak citranya.

BACA JUGA: Pendaftaran Indomaret Run 2025 Dibuka Besok, Ada 5K Hingga Half Marathon dengan Rute PIK 2

Isu ini tidak hanya berkembang dalam jumlah yang semakin intens di ruang publik, terutama melalui media sosial, tetapi juga menimbulkan berbagai dampak nyata bagi masyarakat.

Beberapa pihak menilai isu ijazah Jokowi hanya merupakan bentuk serangan politik yang tidak didasari. Pemerintah dan pihak kampus telah berulang kali menegaskan keaslian dokumen pendidikan tersebut.

Namun, sebagian masyarakat yang terpapar narasi di media sosial masih meragukan hal tersebut, sehingga isu ini tidak hanya bersifat politik.

Dampak Debat Ijazah Jokowi

Polarisasi Sosial dan Politik :

Dampak pertama yang paling menonjol adalah terjadinya polarisasi masyarakat. Masyarakat terbagi menjadi dua kelompok: ada yang percaya isu ijazah adalah skandal besar, sementara ada pula yang menganggap hal itu hanyalah fitnah politik.

BACA JUGA: Leony Vitria Keluhkan Pajak Waris Rumah Orang Tua, Pemkot Tangsel Janjikan Fasilitasi

Menurunnya Kepercayaan Publik terhadap Institusi :

Polemik ijazah juga menimbulkan dampak serius terhadap kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya lembaga pendidikan tinggi dan lembaga hukum.

Jika keaslian dokumen seorang presiden masih dipertanyakan, wajar jika masyarakat mulai meragukan kredibilitas sistem verifikasi akademik. Universitas yang disebut sebagai penerbit ijazah ikut terlibat dalam kontroversi.

Sebagian publik menuntut transparansi penuh, sedangkan pihak kampus merasa reputasinya terganggu.

Media Sosial: Arena Pertarungan Narasi

Dalam dunia pemasaran. Platform seperti Twitter, Facebook, hingga TikTok menjadi tempat perdebatan opini, di mana pro dan kontra saling menguatkan narasi masing-masing pihak. Namun, perdebatan seringkali diselimuti oleh disinformasi serta ujaran yang tidak benar.  Kritik sering dianggap sebagai kebencian terhadap pemerintah, sedangkan pembelaan dianggap sebagai kepatuhan buta. Hal ini sejalan dengan konsep nasionalisme yang banal yang sering muncul dalam politik Indonesia, di mana seruan cinta tanah air atau pembelaan terhadap pemimpin sering kali menutup ruang untuk diskusi kritis.

BACA JUGA: Bantuan Keuangan Parpol di Cilegon Naik Jadi Rp1,8 Miliar, Diminta Transparan dan Fokus Pendidikan Politik

Populisme dan Manipulasi Politik :

Peran media sosial tidak terpisahkan dari isu ijazah Jokowi yang juga menjadi bahan bakar populisme politik. Bagi sebagian politisi, membangun isu ini adalah cara mudah untuk menarik dukungan publik, terutama mereka yang sudah lama merasa tidak puas dengan pemerintahan.

Suburnya Hoaks dan Disinformasi :

Selain masalah polarisasi, kontroversi ijazah juga menunjukkan betapa mudahnya hoaks menyebar di masyarakat. Potongan video, foto, atau narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan beredar luas dan dianggap benar oleh sebagian orang.

Peran Media Massa dan Akademisi

Di tengah situasi ini, media massa seharusnya hadir sebagai penyampai informasi yang objektif. Namun, praktiknya tidak selalu demikian. Beberapa media memilih menekankan sisi sensasional dari isu ijazah untuk menarik perhatian pembaca, sementara yang lain cenderung membela pemerintah. Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan informasi yang benar-benar utuh.

BACA JUGA: DPRD Banten Buat Aturan Baru, Industri Wajib Bayar Dampak Lingkungan

Akademisi juga memiliki peran penting dalam mengedukasi publik. Dengan pendekatan berbasis riset, akademisi dapat memposisikan isu tersebut dalam kerangka yang lebih luas, yakni bagaimana menjaga kualitas demokrasi, membangun nasionalisme kritis, serta memastikan transparansi lembaga negara.

Jalan keluar dari dampak polemik ini meliputi beberapa langkah strategis :

BACAJUGA:

Android

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00

1. Transparansi Pemerintah dan Institusi

Pemerintah bersama kampus yang terkait diminta untuk memberikan penjelasan yang jelas dan konsisten. Dokumen administratif yang terbuka akan membantu mengakhiri perdebatan dan memulihkan kepercayaan masyarakat.

2. Penguatan Literasi Digital Masyarakat

Edukasi publik mengenai penting untuk memverifikasi informasi dan mengenali hoaks. Dengan literasi digital yang baik, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum terbukti kebenarannya.

3. Peran Media Massa yang Proporsional

Media diharapkan tidak memperburuk situasi dengan mengemukakan cerita yang berlebihan. Sebaliknya, media harus lebih berfokus memberikan informasi yang benar, melakukan pengecekan fakta, dan menjaga kualitas ruang publik digital.

BACA JUGA: Jual Dress Kekinian Anti Angin, TikToker Ini Viral Gegara Pasang Harga Hampir Rp1 Miliar

4. Membangun Nasionalisme Kritis

Pengamat mengingatkan pentingnya nasionalisme yang bijak. Cinta pada tanah air tidak berarti hanya membela tanpa dasar, tetapi juga berani meminta transparansi dan tanggung jawab dari para pemimpin dalam sistem demokrasi.

Jika dikelola dengan transparansi dan sikap kritis, perdebatan ini sebenarnya bisa menjadi momentum untuk memperkuat akuntabilitas demokrasi.

Populasi bukan hanya tentang jumlah yang menutup mata terhadap kelemahan, melainkan berani menuntut perbaikan demi masa depan bangsa.

Dengan demikian, demokrasi tidak berhenti pada formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana memperjuangkan kepentingan rakyat.

Penulis adalah Mahasiswa Semester 1, Pengantar Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi , FISIP Untirta

Editor: Burhanudin Raya Rambani
Tags: ijazahijazah JokowiJoko WidodomasyarakatPolitik
Previous Post

Lima Laga Pertemuan Persita vs Semen Padang, Siapa Yang Unggul

Next Post

10 Link Twibbon HUT Banten ke-25, Berdesain Keren dan Kekinian

Related Posts

Android
Opini

Perkembangan Versi Android dan Keamanan Smartphone

20 Februari 2026 | 14:08
komputer
Opini

Pentingnya Belajar Komputer Sejak Dini untuk Menyiapkan Generasi Unggul di Era Digital

18 Februari 2026 | 13:29
wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
sistem tertanam
Opini

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

10 Februari 2026 | 06:00
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
Load More

Popular

  • Seremonial purna tugas Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M Tauchid Jumat (27/2/2026) dihadiri Gubernur Banten Andra Soni. (Muhamad Tohir/ Bantenraya.com)

    Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dindikbud Banten Gelar Forum Renja OPD 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPKP Banten Pelototi Perencanaan Penganggaran Pemkot Serang, 5 Sektor Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Isi Ramadan, DKM Musala Nurul Yakin Bojonegara Gelar Pelatihan Hisab Rukyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengisian 6 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Setelah Mutasi Eselon III dan IV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Alawi Mahmud, Ketua APBMI Provinsi Banten. (Gillang/Bantenraya.com)

APBMI Soroti Kecelakaan Kerja di Pelindo Banten, Temukan Tidak Ada Flagman dan Foreman

1 Maret 2026 | 04:00
Yandri Susanto, Mendes PDT. (Gillang/Bantenraya.com)

Menteri Yandri Susanto Sebut 2,2 Juta Pedagang Kelontong Mati Akibat Kehadiran Ritel Modern

1 Maret 2026 | 03:00
Yandri susanto, Wakil Ketua DPP PAN. (Gillang/Bantenraya.com)

Yandri Susanto Minta PAN Kota Cilegon Menangi Pileg 2029

28 Februari 2026 | 21:52
Ilustrasi observasi Excersice Inducesed Asthma. (Dokumentasi Bethsaida Serang)

Jangan Sepelekan Sesak Saat Latihan, Bisa Jadi Tanda Exercise Induced Asthma

28 Februari 2026 | 19:03

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda