BANTENRAYA.COM – Penguatan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih terus digaungkan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
Saat ditanya wartawan pada kunjungannya ke Kota Cilegon, Yandri Susanto terus berupaya menguatkan peran Kopdes Merah Putih.
Yandri menyoroti kebedaraan ritel modern untuk di setop terkait penerbitan izin baru.
Sementara, untuk ritel modern yang telah beroperasi dan berizin, tetap dipersilakan melakukan operasional.
“Karena Kopdes itu program strategis nasional dan itu memakai dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) melalui Dana Desa, dan targetnya semua Kopdes ada di desa-desa. Jadi usul dari Menteri Desa nanti kalau Kopdes sudah berjalan, ritel modern yang ekspansi baru itu disetop,” kata Yandri saat menjalani kunjungan politik di Kota Cilegon pada Sabtu, 28 Februari 2026.
BACA JUGA: Pedagang CFD Taman Krakatau Diminta Gabung Kopdes Merah Putih
Politisi Partai Amanat Nasional atau PAN ini juga menjelaskan, Kopdes nantinya akan melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
“Memang beda mahzab ekonomi antara ritel modern yang jumlahnya hamper 50 ribu sekarang dengan Kopdes. Kalau ritel modern keuntungan diambil pemilik saham dan pemilik usaha, sementara kalau kopdes itu dibiayai negara, membangun gerai dan sisi bisnisnya, sebagai alat pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan, Kopdes sekurang-kurangnya 20 persen pendapatan menjadi pendapatan desa, dan 80 persen lagi untuk anggota koperasi. Aset kopdes itu aset pemerintah desa, yang menjadi anggota rakyat di desa,” paparnya.
Yandri menjelaskan, akibat ritel modern masuk ke desa-desa, saat ini ada sekitar 2,2 juta toko kelontong yang mati gegara kalah bersaing.
“Itu yang disampaikan Asosiasi Pedagang Kaki Lima. Kopdes Insha Allah tidak akan mematikan warung-warung kelontong karena mereka akan share keuntungan. Sehingga, warung-warung di desa tidak terancam justru lebih dekat dan mendukung,” paparnya.
Yandri juga menyarankan agar ritel modern yang saat ini sudah eksisting dapat bersinergi dengan Kopdes Merah Putih.
BACA JUGA: 287 Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak Belum Aktif
“Kita minta ritel modern sebagai distributor, tapi di tingkat kabupaten saja untuk para pelaku usaha besar jangan khawatir untuk distributor, tapi yang jualan di desa itu Kopdes,” paparnya.***




















