BANTENRAYA.COM – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG merilis perkembangan erupsi Gunung Merapi.
Saat ini sedang terjadi awan panas guguran Gunung Merapi dengan jarak luncur 2000 meter ke arah Barata Daya Kali Bebeng, Minggu 12 Maret 2023.
Saat ini erupsi masih berlangsung. Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya jarak 7 kilometer dari puncak Gunung Merapi dialur Kali Bebeng dan Krasak.
Mengingat pada triwindu erupsi Gunung Merapi pada tanggal 11 dan 19 Juli 1998 dikutip Bantenraya.com dari BPPTKG.
Erupsi ini merupakan erupsi dengan arah yang baru sejak erupsi Merapi tahun 1957.
Aliran awanpanas meluncur ke arah hulu Sungai Sat, Blongkeng, dan Senowo yang berada di sisi barat Gunung Merapi.
Baca Juga: Kekecewaan Melly Goeslaw Hadiri Konser BLACKPINK di Jakarta, Rela Jongkok hingga Dibentak Usher
Endapan terjauh aliran awanpanas mencapai pertemuan antara Sungai Sat dan Sungai Putih di atas Jurangjero, yaitu sejauh 6 km dari puncak.
Menjelang erupsi, kenaikan aktivitas kegempaan, deformasi, emisi gas SO2, dan suhu solfatara terpantau melalui peralatan montoring yang ada.
Erupsi 11 dan 19 Juli 1998 tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi mengakibatkan hujan abu pada beberapa wilayah di sektor barat Gunung Merapi.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Temani Bilqis Nonton Konser BLACKPINK, Warganet Puji Sebagai Ibu Idaman
Mempelajari sejarah erupsi terdahulu merupakan salah satu langkah penting dalam mitigasi bencana.
Mari kita kenali ancaman bahayanya, kita kurangi risikonya agar dapat hidup berdampingan dengan Merapi. ***



















