BANTENRAYA.COM – Peneliti dan guru besar politik Indonesia Prof Saiful Mujani menggelar studi soal peluang Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Saiful Mujani mengungkapkan, baik Anies maupun Ganjar sangat berpeluang lolos putaran 2 dan bakal head to head jika Pilpres 2024 diikuti oleh 3 hingga 4 pasangan capres cawaspres.
Peluang Anies dan Ganjar tersebut diungkapkan Saiful Mujani daalm Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode Pilpres Putaran Kedua: Ganjar vs Anies? di YouTube SMRC TV pada Kamis, 2 Februari 2023.
Baca Juga: Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 Melalui Web Kemendikbudristek dan SSCASN BKN
ia menjelaskan, pada Pilpres 2024 jumlah pasangan capres dan cawapres potensial maju maksimal hanya 4.
Dengan estimasi partai pengusung PDI Perjuangan maju sendiri, Golkar bersama PPP dan PAN dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Lalu ada Gerindra yang menjalin koalisi dengan PKB (Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya) lalu ada NasDem, Demokrat, dan PKS membentuk Koalisi Perubahan.
Baca Juga: Menyedihkan! Perempuan Ini Baru Buat Tato Nama Pacarnya, Eh Malah Diputusin, Viral di Twitter
Diungkapkannya, jika benar demikian maka ada 2 nama yang berpotensi maju yakni Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, namun yang paling kompetitif di antara keduanya adalah Ganjar.
“Calon lain adalah Anies yang mewakili NasDem, PKS, dan Demokrat. Prabowo Subianto mewakili Gerindra dan PKB. Selanjutnya Airlangga Hartarto yang merupakan pimpinan partai terbesar di KIB,” ujarnya.
Dari keempat nama tersebut, Ganjar diyakini bakal mendapatkan dukungan yang menciptakan selisih yang signifikan dari nama-nama lainnya.
Dalam survei SMRC pada Desember 2022, dengan simulasi 4 nama, Ganjar mendapatkan dukungan 32,4 persen. Ganjar unggul terhadap Anies dan Prabowo dengan selisih suara sekitar 6-7 persen.
“Yang kedua adalah antara Anies dan Prabowo. Anies didukung 26,8 persen dan Prabowo 25,6 persen suara. Selisih suara kedua nama ini tidak signifikan secara statistik,” ungkapnya.
“Sementara Airlangga di posisi terbawah dengan 3 persen dukungan. Masih ada 12,1 persen yang belum menentukan pilihan,” imbuhnya.
Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2022, Buruan Dicek Kamu Terpilih atau Tidak
Melihat data ini di mana distribusi suara cukup seimbang di antara tiga calon, Saiful Mujani menyimpulkan jika Pilpres 2024 berjalan satu putaran tidak mungkin terjadi.
Dengan demikian, menurut Saiful Mujani perlu dibuat simulasi dengan 3 calon. Dalam simulasi tersebut, data dukungan publik cukup konsisten.
“Ganjar didukung 33,7 persen, Anies 28,1 persen, dan Prabowo 26,1 persen. Yang belum menjawab 12,1 persen,” paparnya.
Baca Juga: Daftar Trofi yang Diraih dan Klub yang Ditukangi Benny Dollo Semasa Jadi Pelatih
“Dalam simulasi ini, tidak ada nama yang mendapatkan dukungan dominan. Bahkan tidak ada yang sampai 40 persen. Padahal untuk menang itu harus 50 persen lebih,” tuturnya.
Saiful Mujani menyatakan bahwa kalau pun hanya ada 3 calon, di mana Airlangga tidak menjadi calon, tapi bergabung dengan salah satu calon 3 nama lain, maka kemungkinan besar pilpres akan tetap terjadi dalam dua putaran.
“Pertanyaan yang muncul, siapa yang akan masuk ke putaran kedua tersebut?,” ujarnya.
Baca Juga: 4 Ide Acara Isra Miraj 2023 yang Penuh Kebersamaan, Nomor 2 Paling Bermakna
Jika pada akhirnya partai-partai politik mengambil keputusan sesuai dengan aspirasi pemilih, sebagaimana dijaring dalam survei, maka calon presiden kemungkinan adalah Ganjar, Anies, dan Prabowo karena mereka yang paling kompetitif.
Dari tiga nama ini, menurut Saiful Mujani, kemungkinan yang masuk ke putaran kedua adalah Ganjar dan Anies.
Saiful menambahkan bahwa untuk sementara, belum ada sosialisasi yang seimbang antara Ganjar dan Anies.
“Sekarang posisi Ganjar 43,3 persen sementara Anies 40,5 persen. Tapi, kalau sudah ada keseimbangan sosialisasi, kemungkinan Ganjar 52,4 persen sementara Anies 39,5 persen,” katanya.
“Data ini menunjukkan bahwa dilihat dari probabilitasnya, pada putaran kedua, Ganjar akan unggul,” lanjutnya. ***


















