BANTENRAYA.COM – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) mengingatkan kembali program prioritas Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo.
Di mana, IMC mengingatkan melalui seruan aksi demonstrasi bertajuk refleksi satu tahun kepemimpinan Robinsar dan Fajar di Rumah Dinas Walikota Cilegon pada Senin (23/2).
IMC melakukan aksinya dengan menyampaikan aspirasi sekitar pukul 17.30 di depan Rumah Dinas Walikota Cilegon.
BACA JUGA: Rekor Mentereng, Bhayangkara FC Pede Bisa Binasakan Semen Padang di Kandang
Massa aksi juga terus melakukan orasi tuntutan kepada Robinsar dan Fajar.
Beberapa saat kemudian Robinsar dan Fajar menghampiri masa aksi yang menyodorkan agar keduanya menandatangani kesepakatan akan menyelesaikan sejumlah tuntutan prioritas dari mahasiswa.
Ketua IMC Kotq Cilegon Ahmad Maki menjelaskan, pihaknya menyoroti program priroritas yang masih belum rampung dilakukan Robinsar dan Fajar.
“Ada infrastuktur dan lingkungan. Karena dampaknya langsung ke masyarakat jalan rusak, drainase, penerangan jalan umum mati dan dampaknya langsung ke masyarakat. Lingkungan hidup polusi udara dan lingkungan kumuh harus dibenahi,” katanya, Senin (23/2).
Maki menyatakan, ada soal pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja yang harus komitmen dibenahi keduanya. Dari sisi pendidikan yakni beasiswa harus jelas syarat dan ketentuannya.
“Kesehatan harus ada pencegahan dan penangan yang jelas bagi HIV, ISPA dan DBD, ini karena ketiganya masih banyak. Lalu juga soal tenaga kerja,” ucapnya.
Maki menyatakan, IMC siap menjadi mitra kritis terhadap kebijakan pemerintah. Hal itu dilakukan dalam upaya mengawal bersama pembangunan.
“Kita mitra kritis dan kita siap juga untuk kritis. Kami selalu hadir undangan walikota dan kita juga berharap ini tuntutan bisa dituntaskan juga,” ujarnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon Robinsar menyampaikan, pihaknya tidak akan mencari alasan soal memang nasib adanya sejumlah infratuktur yang belum terbenahi. Namun, ia memastikan akan menyelesaikannya.
“Kita tidak akan mencari alasan, memang ada dinamika fiskal yang ada. Tapi kami tetap prorotaskan, misalnya jalan kita tetap perbaiki secara berkala, banjir terus dibenahi,” jelasnya.
Robinsar menegaskan, sejumlah fasilitas yang memang menjadi tempat interaksi dan aktivitas masyarakat, maka akan menjadi prioritas untuk dibenahi.
“Yang rusak parah menjadi aktivitas maysrakat akan tetap kita sentuh. Semangat kita akan terus berikan untuk membangun,” pungkasnya. (Uri)

















