BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Rt Tatu Chasanah angkat bicara terkait gelombang PHK massal yang dilakukan empat perusahaan di Kabupaten Serang.
Bupati menyebutkan PHK massal yang terjadi sudah lama sudah dikhawatirkan oleh semua pihak jika akan terjadi paska pandemi Covid-19.
PHK massal yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan alas kaki dinilai Tatu sebagai pilihan terakhir karena pesanan yang turun drastis.
“Ini yang sama-sama kita khawatirkan bersama paska pandemi Covid-19 adalah gelombang PHK seperti sekarang ini,” ujar Tatu, Kamis 12 Januari 2023.
Ia menjelaskan, hal yang sama juga dikhawatirkan oleh pemerintah pusat karena PHK massal terjadi di seluruh Indonesia.
“Khususnya untuk industri-industri dasar seperti industri tekstil, kemudian alas kaki karena jumlah ekspornya drop luar biasa,” katanya.
Baca Juga: Resmi Rilis! Harga Xiaomi 13 Di Indonesia,Spek Diatas iPhone 14: Anak Muda Wajib Punya, HP Flagship
Tatu menuturkan, gelombang PHK massal menjadi pekerjaan rumah atau PR pemerintah bahwa mereka yang terkena PHK massal harus dicarikan solusinya.
“Mereka (karyawan-red) harus tetap bekerja dan punya penghasilan untuk kelangsungan hidup keluarga mereka,” paparnya.
Ia mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 pihaknya sudah menyampaikan ke pihak indsutri agar menahan diri untuk tidak melakukan PHK massal.
“Kami memberikan kebijakan-kebijakan asal perusahaan tidak melakukan PHK massal. Tapi mungkin sekarang sudah tidak bisa bertahan dan PHK ini saya rasa pilihan terakhir,” tuturnya.
Adapaun empat perusahaan yang melakukan PHK massal dengan menawarkan pengunduran diri sukarela yaitu PT Nikomas Gemilang sebabyak 1.600 orang.
Kemudian, PT Parkland World Indonesia sebanyak 1.000 orang. Sedangkan yang melakukan PHK massal tanpa penawaran yaitu PT Rubber dan PT PBI.*



















