BANTENRAYA.COM – Seminar internasional bertajuk “1st International Conference” sukses diselenggarakan di SEGi University & College.
Kegiatan ini mengusung tema “Internationalization of the Three Pillars of Higher Education through Academic Collaboration, Industrial Partnerships, and Global Community Empowerment”.
SEGi University & College Kolaborasi dengan IDRI
Konferensi internasional ini merupakan kolaborasi antara Indonesian Lecturer Associations (IDRI), dan SEGi University & College, dengan dukungan sejumlah perguruan tinggi sebagai co-host.
BACA JUGA: Selama Ramadan Kecamatan Citangkil Tetap Komitmen Optimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat
Acara menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Nigeria, untuk membahas penguatan internasionalisasi tridharma perguruan tinggi melalui kolaborasi akademik, kemitraan industri, serta pemberdayaan komunitas global.
Acara dibuka dengan opening remark oleh Achmad Rozi yang menekankan pentingnya sinergi lintas negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dan memperluas jejaring riset internasional.
Sementara itu, keynote speaker utama Irene Tan menyampaikan paparan mengenai strategi internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi akademik, dan kemitraan industri global yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
BACA JUGA: Spoiler Drakor Honour Episode 7 Sub Indo: Ra Young, Hyun Jin dan Shin Jae Kunjungi Pemakaman
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara internasional, antara lain Olawande Olowoyeye dari Malaysia Africa Chamber of Commerce and Industry; Hj. Asih Kurnianingsih dari Universitas Banten Jaya; Fariba Binti Hashim dari SEGi University & College.
Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) Surti Zahra memandu jalannya acara dengan komunikatif dan profesional, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, interaktif, dan penuh antusiasme peserta.
Diskusi yang berlangsung mencakup berbagai isu strategis, seperti internasionalisasi tridharma perguruan tinggi, kolaborasi riset global, penguatan kemitraan industri, serta pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi.
BACA JUGA: Kemenag Cilegon Siapkan Rp 36 Miliar Untuk Bayar Honor Guru Madrasah Formal dan Non Formal
Para peserta yang berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggi tampak aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi panel.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi akademik internasional yang berkelanjutan.
Diharapkan, konferensi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta memperluas jejaring global di era kolaborasi digital. ***


















