BANTENRAYA.COM – Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin meminta Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop Perindag UKM) Kota Serang untuk mengevaluasi pemungutan retribusi pasar.
Evaluasi ini menyikapi laporan Komisi III DPRD Kota Serang yang menilai retribusi pasar tidak pernah mencapai target.
Selain itu, evaluasi ini juga agar ke depan tidak terjadi kebocoran, sehingga pendapatan dari retribusi pasar tahun 2022 ini bisa memenuhi target.
Sekadar diketahui tahun 2022 ini target pendapatan asli daerah atau PAD dari retribusi pasar sebesar Rp 1,2 miliar, namun realisasinya hanya dikisaran Rp 700 juta hingga Rp 800 juta.
Baca Juga: Kakek 61 Tahun di Cilegon Bawa Anak 6 Tahun ke Dalam Rumah, Dipaksa Lakukan Tindakan Ini
“Kalau benar, karena ada kebocoran, berarti harus evaluasi dari sisi petugas yang ambil atau memungut retribusinya,” ujar Subadri Ushuludin, kepada Bantenraya.com, Rabu 26 Oktober 2022.
Menurut Subadri Ushuludin, PAD Kota Serang bukan hanya dari retribusi pasar saja, tetapi dari pendapatan umum dan dari pajak-pajak yang lain juga.
Secara global pendapatan kita mengurang tahun ini. Diantara 100 persen OPD, diantaranya Dinkop Perindag UKM yang mengelola retribusi pasar itu sendiri,” ucap dia.
Subadri Ushuludin mengaku pihaknya ketika ada rapat evaluasi seringkali menanyakan ada berapa jumlah kios di Pasar Induk Rau, berapa kios di Pasar Lama, hingga kendala sehingga tidak memenuhi target capaian.
Baca Juga: Tak Memaksakan Diri, KIB Bakal Usung Kandidat dengan Peluang Menang yang Besar
“Tapi tentu untuk tahun ini saya belum. Secara pribadi saya belum menanyakan kendalanya apa, apa karena pedagangnya berkurang, atau mungkin ada kebocoran di luar di tengah, atau mungkin ketidakmampuan para pedagang, kan kita tidak bisa suujon duluan. Tinggal nanti, janji saya, mudah-mudahan mampu mempertanyakan ke OPD terkait,” jelasnya.
Saat ditanya perihal ada dua blok di Pasar Induk Rau atau PIR yang tidak dipungut retribusi oleh Disperindagkop dan PT Pesona Banten Persada selaku pihak ketiga PIR, Subadri Ushuludin meminta waktu karena ia mengaku belum mengetahui secara detail terkait hal tersebut.
“Kasih waktu saya untuk OPD terkait. Bingung juga saya khawatir ABCD, secara pribadi saya belum nanya. Saya setuju dengan dewan kita kalau memang sampai sejauh itu mengetahui kebocoran nanti kita tindaklanjuti, jadi gak bisa berandai-andai,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad menjelaskan, pihaknya selaku pengawasan menginginkan OPD penghasil salah satunya Dinkop Perindag UKM, meningkatkan PAD, karena rasio pendapatan dengan belanja masih kecil.
Baca Juga: Kabar Baik! Meski Sub Varian Omicron XBB Diklaim Cepat Menular tapi Tidak Menyebabkan Kematian
“PAD kita kan hanya mampu membiayai dikisaran 15 persen dari belanja daerah kita. Makanya yang kita optimalkan adalah OPD pengawasan kan ke OPD penghasil termasuk dengan PT Pesona Banten Persada,” ujar Tubagus Ridwan Akhmad, kepada Bantenraya.com.
Tubagus Ridwan Akhmad mengungkapkan, target retribusi pasar setahun sebesar Rp 1,2 miliar. Namun dari tahun ke tahun target retribusi pasar tidak pernah mencapai target.
“Untuk retribusi pasar ini kan koordinatornya kan Disperindag. Dari tahun ke tahun tidak pernah tercapai target. Realisasinya di pasar itu ditarget Rp 1,2 miliar, tapi realisasinya diangka Rp 700 juta-Rp 800 juta,” ungkapnya.
“Belanja pegawai untuk bayar honor juru salar 57 orang se Kota Serang itu kita Rp 700 juta juga kan. Jadi kurang lebih pusplos. Karena anggarannya masih kecil. Kita pengen 2023 itu retribusi pasar bisa Rp 2 miliar minimal,” sambungnya.
Baca Juga: Brigadir E Yakin Brigadir J Tak Lakukan Pelecehan dan Siap Bela Untuk Terakhir Kali
Tubagus Ridwan Akhmad mengaku pihaknya pun ingin melakukan pencocokan data jumlah pedagang, jumlah kios yang terisi, berapa jumlah kios yang kosong, berapa jumlah pedagang kaki lima atau PKL, dan berapa pendapatan setiap hari dari retribusi.
“Kita ingin mencocokkan data antara PT Pesona dengan Disperindagkop,” jelas Tubagus Ridwan Akhmad.
Selain itu, Komisi III DPRD Kota Serang pun mendorong adanya peningkatan pendapatan lain-lain PAD yang sah dari kerja sama antara PT Pesona Banten Persada dengan Pemkot Serang.
“Yang kita dorong selama ini PT Pesona kontribusinya baru dikisaran Rp 300-500 juta satu tahun. Kas daerah dari pendapatan itu di 2023 bagaimana PT Pesona Banten Persada bisa meningkatkan kontribusi pendapatan hasil kerjasama PAD minimal Rp 750 juta naik,” kata Tubagus Ridwan Akhmad.
Untuk poin yang ketiga, masih kata Tubagus Ridwan Akhmad, terkait manajemen pengelolaan dari PT Pesona Banten Persada. Dalam pertemuan itu, Komisi III DPRD Kota Serang juga mendengarkan keluhan PT Pesona Banten Persada terkait dengan kontrak tinggal. Karena pedagang masih menumpuk di luar area PIR, sehingga di dalam PIR sepi, sehingga ini juga berpengaruh pada retribusi.
Baca Juga: Ada Sarung hingga Kebutuhan Pokok, Ribuan Warga Kota Serang Berebut Panjang Mulud
“Kemudian ada dua titik lokus yang saya kira penanggung jawab pengawalnya masih belum jelas. Yaitu Terminal Cangkring dengan Blok M. Itu kan dari Pemkot Serang, tapi PT Pesona Banten Persada mengatakan bahwa dua lokus itu bukan menjadi tanggung jawab pengawalan mereka,” tutur dia.
“Disperindagkop belum bisa jawab juga terkait Terminal Cangkring dan Blok M menjadi kewenangan siapa. Karena di situ ada potensi pendapatan,” sambungnya.
Tubagus Ridwan Akhmad berencana akan menindaklanjuti terkait hal tersebut, dengan mengundang Sekretaris Daerah dan Asisten Daerah 2.
“Potensi-potensi pendapatan yang bisa dimaksimalkan, karena sementara ini retribusi dari pasar itu belum maksimal,” kata Tubagus Ridwan Akhmad.
Baca Juga: Ternyata Gara-gara ini Kang Gobang di Penjara, hingga Akhirnya Bisa Bermain di Preman Pensiun 7
Tubagus Ridwan Akhmad menuturkan, retribusi pasar hingga saat ini masih menggunakan mayoritas manual. Pihaknya mendorong dinas terkait untuk retribusi pasar menggunakan aplikasi berbasis teknologi.
“Sekarang hape udah pada android. Kenapa pembayarannya tidak dilakukan secara online atau non tunai. Dengan sistem aplikasi pasar apa gitu. Sehingga bisa lebih relevan setiap detik pendapatan pasar itu bisa terpantau dengan teknologi online tersebut,” pungkasnya.(***)



















