BANTENRAYA.COM – Jagat media sosial di Twitter dikagetkan dengan sebuah thread dari akun Twitter @ezkisuyanto yang menyatakan bahwa pengunjung Borobudur dibatasi karena akan menjadi pusat agama Budha.
Pendapat Ezki Suyanto mengenai pengunjung Borobudur dibatasi karena aka menjadi pusat agama Budha dimulai dengan menceritakan terlebih dahulu sejarah Borobudur dan maknanya bagi umat beragama Budha.
Menurut Ezki Suyanto, pengunjung Borobudur akan dibatasi karena akan kembali menjadi pusat agama Budha, sebab Borobudur merupakan cagar budaya yang sudah diakui oleh UNESCO menjadi salah satu heritage dunia.
Baca Juga: Profil Justin Frederick, Korban yang Dipukuli Pengendara Mobil Berplat Nomor RFH; Anak Anggota DPR
“Borobudur mempunyai relief penuh makna terutama bagi umat Budha juga kita sebagai manusia,” ujar Ezki Suyanto melalui akun Twitternya dilihat pada Minggu 5 Juni 2022.
Namun, Ezki menyayangkan bahwa sejarah Borobudur yang panjang tersebut hanya dijadikan objek wisata oleh turis lokal, nasional maupun asing tanpa mengetahu maknanya.
“Namun puluhan tahun Borobudur hanya menjadi obyek wisata dimana para turis lokal, nasional maupun asing yang tidak tahu atau tidak mau tahu mengenai kandungan makna di candi tersebut,” ungkap Ezki.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Hari Laut Sedunia 2022, Desain Indah dan Bagus, Cocok Jadikan Foto Profil Medsos
Bahkan, menurut Ezki, Candu Borobudur hanya dianggap sebagai tumpukan batu saja.
“Sehingga banyak relief atau batu-batu yang rusak,” tutur Ezki.
Pendapatnya tersebut didukung dengan bukti beberapa tahun lalu terjadi vandalisme di kawasan Candi Borobudur.
Baca Juga: Merasa Kemampuan Diremehkan karena Tak Muncul di Formula E Jakarta, Mbak Rara Bereaksi
“Seperti batu dicoret-ciret dengan pilox atau bahkan ada yg mencuri beberapa stupa,” imbuhnya.
Untuk memperbaiki coret-coret tersebut, pendapat Ezki tidak bisa seperti ditembok tinggal ditutup dengan cat.
“Harus dilakukan secara hati-hatu dan sangat detil agar tidak merusak batu-batu,” ucapnya.
Baca Juga: KONI Kota Cilegon Sosialisasi Pengelolaan Dana Hibah Agar Tidak Terjerat Hukum
Ezki mengungkapkan untuk mengatasi kerusakan tersebut dilakukan penelitian oleh para ahli agar kawasan Candi Borobudur tetap terjaga dan terawat dengan baik.
“Setelah rapat berkali-kali minta masukkan berbagai ahli maka solusinya Borobudur menjadi destinasi premium konsekuensi harga tiket mahal,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan telah menyampaikan bahwa harga tiket masuk Candi Borobudur naik, bagi turis domestik dikenakan biaya sebesar Rp750.000 dan turis asing dikenakan $100.
Baca Juga: Tim Popda Sepakbola Kota Cilegon Konsentrasi di Laga Terakhir, Menang 4-2 Lawan Kabupaten Serang
Hal tersebut menurut Ezki sangat lumrah dan logis karena juga akan ditunjang dengan fasilitas antara lain, bus listrik, tempat charger kendaraan listrik, hingga akan dibangun museum sebagai salah satu bentuk untuk tur secara virtual.
“Jadi kita sedang melindungi Borobudur sekaligus mengembalikan candi sebagai pusat agama Budha,” pungkasnya.***



















