BANTENRAYA.COM – Simak alasan kaum gay dan homoseksual (penyuka sesama jenis) jadi mayoritas penderita cacar monyet.
Baru-baru ini ditemukan beberapa kasus cacar monyet di inggris, yang mayoritas penderitanya adalah kaum gay dan homoseksual.
Lalu mengapa kaum gay dan homoseksual jadi mayoritas penderita cacar monyet? Simak penjelasan berikut ini.
Virus langka cacar monyet semakin merebak di dunia, dan dikhawatirkan akan berkembang menjadi pandemi seperti Covid-19.
Baca Juga: Viral di Twitter Layangan Putus Versi Polda Metro Jaya Berstatus Spri Dirlantas
Sebelumnya Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengkonfirmasi temuan kasus cacar monyet pada seorang pria yang baru pulang dari Nigeria.
Penyakit cacar monyet pertama kali ditemukan di desa-desa terpencil di Afrika Barat pasa tahun 1970an.
Virus cacar monyet diketahui terdapat dua jenis yaitu berasal dari kelompok Afrika Barat dan Kelompok Congo Basin Afrika Tengah.
Baca Juga: PPKM Seluruh Indonesia Berakhir Hari Ini, Begini Potret Kasus Covid-19 Terbaru
Perbedaan diantara keduanya adalah virus dari Afrika Barat cenderung memiliki gejala yang lebih ringan.
cacar monyet juga pernah diidentifikasi di Singapura pada tahun 2019, dan di Amerika Serikat tahun 2021.
Dikutip Bantenraya.com dari Global.helath lebih dari 120 kasus cacar monyet (Monkeypox) telah dilaporkan setidaknya di 11 negara Non-Afrika dalam seminggu terakhir.
Baca Juga: Harga Sawit Terkini Usai Presiden Jokowi Buka Keran Ekspor Minyak Goreng
11 negara tersebut ialah Spanyol 52, Portugal 34, Kanada 22, Inggris 20, Italia 3, Belgia 3, AS 2, Australia 2, Swedia 1, Jerman 1, dan Perancis 1.
Fakta mengejutkan bahwa temuan terbaru ialah terdapat beberapa kasus cacar monyet di Inggris diidap pria gay, dan Biseksual.
Kepala UKHSA, Susan Hopkins menemukan bahwa beberapa kasus cacar monyet dialami pria gay dan Biseksual.
Baca Juga: Indonesia Raih 3 Besar SEA Games 2021, Puan Maharani: Seluruh Tim Sangat Luar Biasa
Susan Hopkins secara khusus mendesak agar pria gay dan Biseksual untuk mewaspadai gejala cacar monyet.
cacar monyet sebelumnya tidak digambarkan sebagai infeksi yang menular secara seksual, namun saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih menyelidikinya.
Penyakit cacar monyet dapat ditularkan melakui kontak erat, kontak fisik dengan luka di kulit dan cairan tubuh orang yang terinfeksi, serta barang-barang personal seperti tempat tidur dan handuk.
Baca Juga: Simak 3 Poin Penting Aturan Baru KTP 2022, Salah Satunya Nama Minimal 2 Kata
Lalu kasus kaum gay dan homoseksual (penyuka sesama jenis) jadi mayoritas penderita cacar monyet masih dalam penyelidikan WHO.
Sehingga masih belum pasti jika cacar monyet bisa ditularkan melalui seksual, terutama kaum gay dan homoseksual.
Itulah informasi terkait alasan kaum gay dan homoseksual (penyuka sesama jenis) jadi mayoritas penderita cacar monyet.***

















