BANTENRAYA.COM – Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten terus melakukan pengawasan kesehatan warga dan pekerja PT Bahari Makmur Sejati yang terdampak radioaktif atau Cesium-137.
Selain memantau keselamatan warga di sekitar lokasi yang terpapar radioaktif, pihaknya telah merelokasi material yang terkontaminsasi Cs-137 dengan memindahkan kepingan logam seberat 700 kilogram.
Deputi Pengkajian Keselamatan Nuklir Bapeten Haendra Subekti mengatakan, relokasi meterial yang terkontaminasi Cs-137 dilakukan dari lokasi pengumpulan besi bekas menuju ke lokasi penyimpanan sementara di PT Peter Metal Technology.
Bapeten juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan warga terdampak, begitu juga dengan pekerja pabrik PT Bahari Makmur Sejati
“Bagi warga terdampak dilakukan pengecekan whole body counting atau WBC,” katanya.
BACA JUGA: Redam Radioaktif Cs-137, Pemkab Serang Cari Bunga Matahari dan Kaktus
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang berencana melakukan penanaman bunga Matahari dan Kaktus di lokasi yang tercemar radioaktif Cessium-137 atau Cs-137 di Kawasan Industri Modern Cikande.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, tanaman bunga matahari dan kaktus sangat berpengaruh untuk meredam radiasi Cs-137.
“Radioaktif Cs-137 sedang ditangani, kita kemarin diberikan saran untuk menanam Kaktus dan bunga Matahari. Sekarang kita sedang mencari tanaman ini,” ujarnya, kemarin.
Rencana penanaman bunga Matahari dan Kaktus merupakan arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) demi keselamatan masyarakat.
“Dari KLH memberi arahan ke Ibu Bupati (Ratu Rachmatuzakiyah-red), kemudian Ibu Bupati mengarahkan ke kami untuk mencari Kaktus dan bunga Matahari. Penanamannya akan dilakukan di lokasi yang terpapar radioaktif itu,” ungkapnya.***



















