BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melalui akun Instagram pribadinya @h.ranokarno.
Dalam unggahan tersebut, Rano mengatakan jika revitalisasi Kebun Binatang Ragunan menjadi hal yang mendesak mengingat tingginya animo masyarakat terhadap kebun binatang tersebut, terutama saat akhir pekan dan libur nasional.
Ia menilai, infrastruktur dan fasilitas yang ada perlu ditingkatkan demi kenyamanan pengunjung maupun perawatan satwa.
“Tentu kebun binatang ini harus segera revitalisasi,” kata Rano dalam unggahannya.
Salah satu gagasan yang disampaikan Rano adalah pembangunan fasilitas kereta gantung yang dapat membantu mobilitas pengunjung di dalam area Ragunan.
Baca Juga: 3 Link Twibbon Peringatan Hari Puisi Indonesia 2025, Desain Keren dan Gratis
Fasilitas itu diharapkan bisa mempermudah akses ke berbagai kandang satwa tanpa harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki.
“Itu bisa kan dibikin semacam kereta gantung, supaya bisa menjadi fasilitas. Dia (kereta gantung) bisa mutar kan, supaya orang kalau mau ke kandang itu jalannya enggak jauh,” ujarnya.
Rano juga menyoroti persoalan klasik yang terus berulang: kemacetan di pintu masuk Ragunan.
Baca Juga: Nonton Drakor Bitch X Rich Season 2 Episode 8 Sub Indo: Pengakuan Hae In Buat Do Eun Terkejut
Ia mengakui bahwa pada hari-hari ramai, antrean kendaraan bisa mengular hingga ke jalan raya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh, agar penataan bisa lebih baik ke depan.
“Ini saya mau bahas ya supaya kita semua sama-sama punya jawaban, misalnya gini, ulasan dari pengunjung nih saat weekend dan hari libur nasional terjadi kemacetan di pintu masuk kendaraan hingga ke jalan raya,” katanya.
Baca Juga: Empat Wakil Kota Cilegon Berburu Prestasi GEAS Putaran Nasional di Bogor
Rano juga meminta agar semua pihak terbuka dalam menyikapi persoalan ini, termasuk mengakui keterbatasan yang ada.
Ia menegaskan bahwa revitalisasi tidak akan dilakukan secara serentak, dan penutupan total kawasan Ragunan selama proses pembenahan pun tidak memungkinkan.
“Enggak bisa kita sembunyiin ini, saya mau kita terbuka supaya kita bisa evaluasi bagaimana cara mengurangi, kalau menghilangkan enggak mungkin. Ya udah artinya kita fokus ini dulu ya, fokus untuk revitalisasi. Jelas ini kalau mau dilakukan nggak akan bisa serentak dan kita tutup gak mungkin,” tandasnya. ***



















