BANTENRAYA.COM – Koperasi Desa atau kopdes Merah Putih di Lebak masih menghadapi satu kendala, yakni profesionalisme kepengurusan.
Kecakapan pengurus koperasi dinilai akan menjadi penentu keberhasilan Kopdes Merah Putih dalam menjalankan fungsinya.
Kendati begitu, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lebak berkomitmen akan konsisten melakukan pembinaan terhadap pengurus Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak.
Baca Juga: Panin Bank Berikan Kredit Usaha Minimal Rp200 Juta dengan Bunga Minim untuk Pelaku Usaha
“Soal kepengurusan memang tidak bisa dipungkiri masih jadi kendaka. Harus ada pembinaan lebih lanjut,” kata Kepala Bidang Koperasi pada Dinas Koperasi dan UKM Lebak, Asep Wahyudin saat dikonfirmasi Banten Raya.
Asep menuturkan, hal paling fundamental yang harus dipahami pengurus koperasi ialah terkait risiko dalam mengelola kredit atau pinjaman modal usaha.
Menurut Asep, modal yang didapatkan koperasi dari pinjaman merupakan sebuah beban.
Mengingat, jaminan untuk modal tersebut ialah dana desa.
Ia khawatir jika pengelolaan pinjaman modal tidak didahului dengan studi kelayakan, yang terjadi ialah hasil dari Kopdes Merah Putih di Lebak tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.
“Seperti di Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng yang jadi mock up, atau percontohan. Mereka dapat pinjaman modal dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Itu semua harus dikaji dan harus diawasi ketat oleh kepala daerah maupun kepala desanya,” tuturnya.
Di sisi lain, bidang usaha yang dijalankan juga dinilai akan berpengaruh terhadap berjalannya koperasi merah putih.
Asep memastikan, Kopdes Merah Putih di Kabupaten Lebak akan menjadikan sektor usaha riil sebagai yang utama.
Sementara simpan pinjam hanya akan dijadikan usaha sampingan. Untuk itu, pihaknya juga harus memastikan, baik pengurus maupun masyarakat memahami konsep tersebut.
“Jangan ketika koperasi terbentuk, masyarakat mikir koperasi jadi tempat pinjam uang. Intinya, Kopdes Merah Putih di Lebak harus bergerak di sektor riil.
Seperti di Desa Girimukti yang fokus dengan gula aren, atau lainnya ya seperti sembako dan sebagainya, klinik, dan sebagainya,” papar Asep.
Sejauh ini, Asep menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih di Lebak tengah bersiap untuk menyambut launching operasional.
Baca Juga: Tanpa Harus Menginap, Yuk Liburan di Pantai Aston Anyer Cuma Rp300 Ribuan
Batas waktu persiapan itu direncanakan sampai tanggal 28 Oktober 2025 mendatang.
Selama masa persiapan ini pula, seluruh Kopdes Merah Putih di Lebak melakukan perekrutan calon anggota sekaligus untuk menghimpun simpanan pokok dan simpanan wajib untuk menghimpun modal awal.
“Harus memenuhi syarat seperti membuka rekening, NPWP koperasi, selanjutnya menjadi penyimpanan modal koperasi.
Rencananya, total modal yang didapat dari pemerintah pusat ialah Rp3 miliar,” jelas dia.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik memastikan bahwa dirinya akan mengawasi ketat Kopdes Merah Putih di desanya.
Baca Juga: Sehari Sebelum Pelantikan Belum Ada Keputusan, Pemilihan Rektor UIN SMH Banten Dinilai Lambat
Untuk itu, ia juga akan memastikan bahwa Kopdes Merah Putih di Desa Bayah Timur akan bergerak di bidang usaha yang direkomendasikan.
Selain itu, pihaknya juga akan memanfaatkan potensi pertanian yang ada di Desa Bayah Timur.
“Kopdes Merah Putih di Bayah Timur rencananya akan jualan gas dan sembako. Simpan pinjam itu sampingan saja. Selain itu, kita juga punya sekitar 35 hektare sawah yang hasilnya bisa dijual lewat Kopdes Merah Putih,” kata Rafik.
Rafik memastikan, Kopdes Merah Putih yang baru saja terbentuk tidak akan mengganggu BUMDes yang memang sebelumnya sudah berjalan.
Baca Juga: Edukasi Safety Riding, 80 Pelajar SMKN 2 Kota Serang Praktik Berkendara Aman Bareng Honda Banten
Bahkan ke depan jika Kopdes Merah Putih sudah efektif, akan bersinergi dengan BUMDes ketika menjalankan usaha.
“Secara umum, kendala sih tidak terlalu besar. Kita hanya masih menunggu modal saja dan harus lebih ekstra dalam mengajak masyarakat,” tandasnya.***



















