BANTENRAYA.COM – Siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas atau SRMA 34 Kabupaten Lebak rencananya bakal dapat Rp48 juta per tahun.
Kendati begitu, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria menegaskan, anggaran tersebut baru gambaran umum berdasarkan keterangan dari Kementerian Sosial atau KemensosRI.
“Kalau berdasarkan perbincangan saja, per siswa dapat sekitar Rp48 juta. Tapi kita juga masih menunggu kepastiannya dari pemerintah pusat,” kata Lela saat dikonfirmasi Banten Raya pada Minggu, 20 Juli 2025.
Lela menerangkan, anggaran itu sendiri rencananya akan digunakan untuk berbagai keperluan siswa, mulai dari makan, seragam, hingga fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran lainnya.
Anggaran itu sendiri sepenuhnya akan disiapkan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Dampak Penurunan Ekonomi, Kondisi Hotel di Banten Lebih Baik dari Yogyakarta dan Bali
“Sepenuhnya oleh pemerintah pusat, jadi tidak membebankan APBD. Pemerintah daerah hanya menyiapkan untuk proses rekrutmen atau pendaftaran saja,” imbuhnya.
Untuk sekolah rakyat tingkat menengah atas sederajat di Kabupaten Lebak sendiri, Lela mengungkapkan bahwa jumlah calon siswa sebanyak 100 orang.
Selain itu, pihaknya kini telah bersiap untuk melakukan rekrutmen 100 calon siswa lagi untuk tingkat sekolah dasar sederajat dan menengah pertama dengan jumlah 100 orang.
“Jadi kita belum selesai, tahun ini kita lanjutkan dengan rekrutmen calon siswa sekolah rakyat tahap 1C atau tingkat SD dan SMP,” imbuhnya.
Baca Juga: Kerja Sama Pengelolaan Sampah Pemkot Tangsel dan Pemkab Pandeglang Disorot
Lela menjelaskan bahwa sekolah asrama nantinya akan berkonsep boarding school atau berasrama dengan kurikulum yang sama dengan sekolah umum lainnya.
Namun, ada kemungkinan terdapat kurikulum tambahan seperti pembangunan karakter, memperkuat disiplin, hingga membentuk siswa untuk memiliki kemampuan berwirausaha.
“Terkait kurikulum dan guru, itu nanti ada di ranahnya kementerian pendidikan. Jadi masing-masing lembaga punya tupoksinya. Kurikulum yang digunakan sebetulnya sama dengan sekolah umum, tapi mungkin akan beberapa tambahan. Ya semacam sekolah taruna mungkin,” imbuhnya.
Kata Lela, pihaknya sendiri belum mengetahui secara pasti kapan dimulainya sekolah rakyat di Kabupaten Lebak.
Berdasarkan keterangan awal, sekolah rakyat di Lebak akan dimulai pada 30 Juli 2025 mendatang.
Namun, Dinsos Lebak sendiri masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat menyesuaikan berbagai persiapan yang hingga kini masih dikerjakan.
“Ada kemungkinan diundur hingga 24 Agustus 2025. Jika kita juga masih menunggu keputusan dari pusat kapan pastinya,” terangnya.***



















