BANTENRAYA. COM – Kurang dari 12 jam, kasus tertabrak kereta rel listrik (KRL) di Rangkasbitung terjadi dan menelan dua korban jiwa.
Korban pertama adalah seorang pria tidak dikenal yang diperkirakan berusia 18 tahun yang tewas terbarak KRL Rangkasbitung-Tanah Abang di sekitar Komplek Pendidikan, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Senin 16 September 2021 sekira pukul 21.30.
Kasus kedua dialami seorang kakek bernama Muhamd Daud (89) warga Sukamanah, Desa Sukamanah, Kecamatan Rangkasbitung, tertabrak KRL Rangkasbitung-Tanah Abang di Kampung Cijulang, Desa Sukamanah, Raangkasbitung, sekira pukul 07.00 Wib.
Baca Juga: Anggota DPR RI Dapil Pandeglang Lebak Kawal RUU Perlindungan Data Pribadi
Kepala Polsek Rangkasbitung, AKP Pipih Iwan kepada Banten Raya membenarkan, telah terjadi dua kasus kecelakaan tertabrak KRL, yang menelan dua korban jiwa di Rangkasbitung. namun, untuk kasus pertama korbannya seorang pria tidak dikenal, sehingga mayatnya masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Adjidarmo Rangkasbitung.
Sedangkan korban kedua yang terbarak KRL dilokasi terpisah, merupakan warg Desa Sukamanah, Rangkasbitung, sehingga oleh pihaknya, mayat korban langsung diserahkan kepihak keluarganya.
“Korban tanpa identitas maupun korban bernama Muhmad Daud, saat ditemukan ditempat dan waktu yang berbedda, kondisinya sudah tidak bernyawa, kareba dittumbuhnya bersimbah darah akibat luka yang mereka derita,”ujar AKP Pipih.
Baca Juga: Isu Mutasi Pejabat di Pemkab Lebak Santer, Bupati Iti Bilang Begini
Ditambahkannya, agar kasus tertabrak KRL tidak terulang lagi, maka pihaknya berharap kepada masyarakat yang berdomisili diperkampungan disekitar rel KRL, untuk tidak melintasi rel. Oleh karena itu, agar terhindar dari resiko tertabrak KRL, lebih baik gunakan jalan dilingkungan di perkampungan.
“Keberadaan rel ini inikan bukan untuk pejalan kakii. makanya setelah terjadi dua kasus terbarak KRL, saya harap tidak ada lagi warga yang melintasi rel,”harap AKP Pipih.
Idris, salah seorang warga Desa Sukamanah yang dihubungi melui telepon genggamnya, mengaku tidak tahu persis kejadian yang menimpa Muhamad Daud. Dirinya hanya tahu, bila Muhamad Daud sudh tergelat disekitar rel yang tidak jauh dari rumahnya.
“Untuk kronologisnya sendiri, saya tidak tahu. yang pasti, saya ahunya, saat korban sudah tergeletak penuh luka, serta berrsimbah darah disekitar rel di Kampung Cijulang,” kata Idris. ***



















