BANTENRAYA.COM – Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Fauzi Desviandy mengungkapkan adanya potensi gangguan kesehatan jangka panjang bagi korban yang menghirup gas dalam insiden PT Vopak Terminal Merak.
Fauzy Desviandy atau yang biasa disapa Ian meminta agar ada observasi berkelanjutan kepada 58 orang yang mengalami gangguan kesehatan sesak nafas, pusing dan mual akibat menghirup gas yang diduga HNO3 dari PT Vopak tersebut.
Tidak hanya itu saja, dari sisi kesejahteraan masyarakat, PT Vopak Terminal Merak juga harus memerhatikan nasib dan kepentingan warga sekitar lingkungan.
Ian menyatakan, menginginkan PT Vopak Terminal Merak harus terus memantau kesehatan warga, meski sekarang sudah tidak lagi dalam perawatan intensif di Puskesmas dan rumah sakit.
Hal itu menjadi penting karena ada kekhawatiran dampak kesehatan jangka panjang.
BACA JUGA: PSBS Biak vs PSM Makassar, Tekad Badai Pasifik Kembali Raih Kemenangan di Kandang
“Di bidang kesehatan terkait dengan kesehatan terdata ada 58 orang terdampak di bencana tersebut, datanya sudah ada di Dinkes supaya PT Vopak mengikuti perkembangan, jangan sampai sudah keluar dari RS dilepas begitu saja, harus ada observasi yang terus dilakukan. Khawatirnya, tidak ada efeknya sekarang, tapi di masa depan,” ucapnya usai rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kota Cilegon dengan PT Vopak dan warga terdampak, Kamis 12 Februari 2026..
Dari sisi kesejahteraan warga terdampak dan lingkungan sekitar PT Vopak, jelas Ian, ada aspirasi juga soal tenaga kerja, hal itu juga menjadi perhatian serius dari perusahaan.
“Tadi juga ada aspirasi soal tenaga kerja. Kami berharap ini menjadi perhatian agar warga sekitar juga bisa diakomodir,” ujarnya.
Direktur PT Vopak Terminal Merak Buyung Hakim menjelaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan atas saran dari DPRD Kota Cilegon. Dimana, itu akan didengarkan masukannya.
BACA JUGA: Ratchaburi FC vs Persib: Skor Imbang Warnai Pertemuan Terakhir Kedua Klub
“Itu masukan, kita akan koordinasi dengan instansi terkait terutama dengan lurah dan RT, RW agar bisa lebih baik. Intinya ini masalah komunikasi yah,” pungkasnya.***
















